Peran Penting Zakat Dalam Membantu Perekonomian Indonesia Di Era Revolusi Industri 4.0

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Psikologer.com - Indonesia adalah salah satu negara di indonesia yang berdasarkan ideologi pancasila, yang sama-sama kita ketahui sangatlah merujuk untuk kemaslahatan masyarakat bernegara. Indonesia juga salah satu negara yang di mana penduduknya mayoritas memeluk agama islam, walaupun ada 6 agama yang di sepakati keberadaannya di negara ini.


Negara Indonesia adalah negara yang menganut sistem perekonomian pancasila, yang mana kita ketahui dalam sila ke-empat yaitu kesejahteraan sosial. Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial. Maka dari itu jikalau kita memang betul-betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvardigheid ini, yaitu bukan persamaan politik saja, akan tetapi harus mengadakan yang namanya persamaan ekonomi demi mencapai kesejahteraan yang sebaik-baiknya. Namun nyatanya kesejahteraan hanyalah kata yang ambigu di lapangan, hakikat perekonomian yang bergotong royong sudah hilang diganti dengan sistem kapitalis dan sosialis untuk kaum-kaum borjouis, masyarakat yang sejahtera hanyalah mimpi.

Negara indonesia adalah negara yang menganut sistem taat pajak, yang digencarkan pemerintah dari tahun ke tahun, karena pajak adalah salah satu pendapatan terbesar di negara kita ini .
Menurut kementrian keuangan pada tahun 2018, pajak negara Indonesia mencapai rp. 1315,9 triliun atau berkisar 95%  datanya. Sedangkan realisasi dari pajak itu sendiri dalam targetan APBN 2018 sebesar Rp.1.424 T, dapat kita simpulkan bahwasanya kita kekurangan penerimaan (shortfall) pajak sebesar Rp. 108.1 T.

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sangat besar bagi kita, karena kalau merujuk pada kesejahteraan, kita jauh dari kata sejahtera. Baru-baru ini kita disibukkan dengan hadirnya sistem revolusi industri 4.0, akan tetapi kita belum memiliki konsep yang berkesinambungan dengan sistem perekonomian pancasila yang efektif dan efisien.

Oleh karena itu, penulis mempunyai dua pertanyaan yang akan di bahas pada esai ilmiah ini :
1. Apa kendala kita di revolusi industry ini ?
2. Sistem apa yang dapat kita gunakan untuk mengoptimalisai perekonomian kita ?

Kendala yang akan kita hadapi pada sistem revolusi industry 4.0 yaitu, pada SDM yang kita miliki, karena ke apatisan kita akan berdampak buruk yang sangat signifikan dalam kehidupan ber-negara.
Dari kita banyak tidak mau tau tentang permasalahan-permasalahan yang berkembang pada saat ini, padahal ini adalah salah satu masalah yang membuat perekonomian kita terpuruk, karena negara yang sejahtera itu di lihat dari keseriusan masyarakat itu sendiri di dalam bernegara.

Dan ada juga kurangnya perangsang negara dalam kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah sampai saat ini.

Seharusnya negara Indonesia melihat apa yang dilakukan negara yang maju, contohnya negara Swedia. Negara tersebut adalah negara yang dinobatkan sebagai negara paling bahagia versi PBB pada tahun 2018, karena negara tersebut menerapkan konsep zakat didalam nya.

Sistem revolusi industrI dapat saya katakan sebagai era ekonomi disruptif, banyak orang mengatakan bahwasanya zakat tidak efektif atau sebagai ladang bisnis saja , namun kalau kita membuka kaca mata berfikir kita lebih jauh, bahwasanya zakat secara esensi bukan hanya sebagai pen-sucian harta saja akan tetapi sebagai agent of change di bidang perekonomian. Negara yang mayoritas islam ini harusnya mengembangkan sistem ekonomi islam disela-sela virus yang dibuat oleh sistem perekonomian kapitalis, karena dapat memberikan regulasi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan atau sering di sebut sebagai “islamic social finance”.
 

Ekonomi islam bisa berkontribusi dalam meningkatkan perkonomian kita melalui sistem zakat tersebut. Memang benar negara kita bukan negara agama, akan tetapi negara ber-agama, menurut penulis yang namanya regulasi untuk kemajuan negara, mungkin tidak ada salahnya.
Merujuk pada UU No 28 E Ayat 3, “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat,berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.

Zakat adalah salah satu alternatif yang sangat efektif dan efisien untuk mengalirkan harta untuk distribusi pendapatan dan menyelamatkan yang lemah atau golongan yang memiliki modal yang terbatas dalam membuka usaha, dan ini salah satu alasan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat indonesia,

Timbul pernyataan, apa solusi yang akan dibangun buat sistem zakat ini ?

Dengan ini penulis memberikan regulasi solusi yang efektif dan efisien, antara lain :
1. Memperbesar akumulasi nilai zakat
2. Penguatan SDM amil (badan pengelola zakat)
3. Sosialisasi objek zakat
4. Menggaungkan zakat sebagai pilihan yang terbaik
5. Membuat kebijakan yang dapat memajukan sistem perekonomian
6. Beribadah kepada Allah dimanapun dan kapan pun
Karena sistem revolusi industry itu konsep perubahan, bukan konsep kehancuran, dan juga sebaik-baik perubahan teknologi lebih baik berubah demi kemajuan diri sendiri dan bangsa ini (nasir saragih)

Demikian lah esai ini saya buat, penulis menyadari masih banyak nya kekeliruan di dalamnya, sudikiranya pembaca dapat memberi kritik dan saran yang dapat memotivasi penulis.

3 Responses to "Peran Penting Zakat Dalam Membantu Perekonomian Indonesia Di Era Revolusi Industri 4.0"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel