SUKSES VS GAGAL

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Psikologer.com - Bicara sukses adalah bicara keinginan orang banyak pastinya. Orang mana sih yang tak ingin sukses ?


Setiap orang pasti memiliki definisi tersendiri dalam mengartikan kesuksesan itu, sebenarnya bagaimana sih untuk menuju kesuksesan itu ?
So, udah pasti kesuksesan itu diraih tidak se-enak caption status fb, wa dan instagram kan,
kesuksesan diraih ketika kita mau berusaha dan berdoa pastinya, dalam menuju kesuksesan pasti kita berbicara tentang proses.

Lawan dari kesuksesan yaitu kegagalan.
Kegagalan mungkin banyak disebabkan oleh beberapa faktor pastinya, mungkin saja gagal pada saat masuk universitas impian, gagal dalam berbisnis, dan yang lebih miris gagal dalam percintaan dan ini adalah banyak yang kita lihat didalam kehidupan sehari hari pastinya
kegagalan yang seperti ini banyak menyebabkan orang “stress”, sehingga banyak yang bunuh diri sampai mungkin tak sadarkan diri. Sebenarnya efek kegagalan ini dapat mengganggu pola pikir seseorang sampai mempengaruhi proses keberhasilan masa depan tentunya.
Nah, kalangan milenial yang katanya sebagai generasi penerus bangsa ini banyak yang apatis terhadap permasalahan ini, sehingga menyebabkan banyak kegagalan yang terjadi didalam  kehidupan.
 
Ibnu Khaldun pernah berkata dan membahas tentang generasi pemuda kedepannya, ada 4 generasi dalam perspektif pemahaman Ibnu Khaldun, yaitu:
1. Penggagas
2. Pendiri
3. Penikmat dan
4. Penghancur.

Pada kenyataannya kita sudah berhasil melewati fase pertama dan kedua, dan sekarang kita berada posisi fase ketiga dan keempat.
Sebaga generasi milenial pasti tentu menolak dikatakan generasi penikmat dan penghancur, namun nyatanya pernyataan ini sangatlah benar. Buktinya sampai saat ini lebih banyak diamnya daripada berkaryanya atau menciptakan sebuah inovasi.

Sebenarnya kita bertanya-tanya, apasih yang menyebabkan kegagalan seseorang itu ?
Penulis akan menjelaskan, bahwasanya yang menjadi penyebab kegagalan itu sendiri ialah sampah !!!
Sebenarnya ada dua jenis sampah yang nyata dalam kehidupan ini ,
Pertama ialah sampah yang berada dan sering kita lihat dengan mata kita sendiri yaitu sampah plastik, kaleng ,dan daun-daun pepohonan.
Yang kedua adalah sampah dalam pola pikir kita masing-masing, sampah dalam pikiran kita ialah sampah yang terus menjadi sumber masalah dalam kehidupan dan memperlambat proses kesuksesaan kita, karena ketika kita memiliki kemampuan dalam bidang apa saja kita terbatasi oleh sampah yang menghambatnya. Dan ini adalah masalah terbesar dalam kehidupan kita dan akan menyebabkan kita selalu berada dalam kegagalan.

Terakhir penulis akan mengatakan, sebagai generasi penerus bangsa, cuman ada dua pilihan yaitu mau jadi “pecundang apa pejuang”.

Semua kembali kepada kita dalam menuju kesuksesan, pilihan ada ditangan kita, tuhan menciptakan banyak pilihan, termasuk kegagalan.

“bukan bahagia yang membuat kita bersyukur namun bersyukur yang membuat kita bahagia”


Sekian dan terimakasih

9 Responses to "SUKSES VS GAGAL"

  1. Terbaik memang adinda ku satu ini. Lanjutkan dengan karya yang lainnya dinda 😊

    BalasHapus
  2. Teruskan kakanda.. Terus merendah kakanda.. Sampai tak satu orangpun dapat merendahkanmu.. 😊

    BalasHapus
  3. Tetap semangat kakanda
    Kejar impian setinggi bintang di langit
    Rendahkan hati serendah mutiara di dasar lautan

    BalasHapus
  4. Btl tu saudara
    Dengan ada ny usaha dan doa
    Semua yg kita inginkan akan trcapai
    Tapi kalau berdoa tanpa usaha sama juga boong
    Tingkatkan saudara
    Semangat😊

    BalasHapus
  5. Hilangkan sampah - sampah yang menghambat masa depan. Hehe untuk tulisan berikutnya ada di fokuskan ya dinda. Ini sudah mantap dan berikutnya di mantapkan lagi lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali.. 😊

    BalasHapus
  6. Good bener dahh..
    Saran sediki.. Mohon untuk tulisan selanjutnya lebih terarah yaa..
    Semangat buat penulis.. :D

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel