Peraturan, Penting Tidak sih Aturan itu ?

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Psikologer.com - Didalam kehidupan sudah jelas kita memiliki banyak peraturan yang terjadi dan berlaku kepada kita. Berbicara tentang peraturan berbicara tentang hak dan kebutuhan seseorang. Ada yang menginginkan peraturan dan ada yang tidak suka dengan adanya peraturan, karena dapat membatasi kebebasan untuk hidup. Padahal orang yang taat kepada peraturan adalah orang yang siap untuk bebas dalam kehidupan, malah sebaliknya orang yang tidak taat pada peraturan akan sering dekat dengan namanya kegagalan.

Semua makhluk hidup tak lepas dengan yang namanya peraturan, peraturan itu sendiri tercipta supaya hidup lebih tertata dan terarah. Berbicara mengenai peraturan kita tidak lepas dari namanya hukum tertulis maupun tidak tertulis, sebagai bentuk tolak ukur dalam menjalankan peraturan. 
Pada tubuh, manusia memiliki aturan yang ada didalamnya, seperti mengatur pola makan dan pola istirahat dengan baik, supaya tidak terjadi tubuh tidak seimbang dalam menjalankan aktivitas sehari hari.

Sebenarnya apa sih itu peraturan ?
Menurut KBBI (kamus besar bahasa indonesia), peraturan adalah petunjuk atau kaidah untuk mengatur kehidupan.

Didalam kehidupan beragama setiap pemeluk agama memiliki kepercayaan dan peraturan yang dibuat supaya penganutnya tidak keliru dan salah arah. Didalam berorganisasi dan bernegara kita memiliki landasan yang mengatur supaya tidak terjadi kekeliruan dan bimbang dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi yang sering kita sebut dengan konstitusi. Sebagai warga negara Indonesia yang taat dengan aturan, seharusnya kita sadar seberapa penting peraturan dibuat untuk dilaksanakan bukan dibuat untuk permainan.

Yang jadi pertanyaan sudah taat tidak kita dengan peraturan ?
Agama mengajarkan taat beribadah, manusia mengajarkan untuk menyayangi organ tubuh, organisasi dan negara mengajarkan untuk taat pada konstitusi sebagai payung hukum terkuat untuk kelancaran didalamnya.

Namun terkadang malah orang yang menegakkan peraturan malah melanggarnya, ini sering kita lihat di kehidupan sehari-hari, orang-orang yang demikian rupa sudah pantas kita sebut dengan pelacur konstitusi, kenapa ? Dikarenakan mereka sebagai panutan malah melanggarnya, seharusnya mereka memberi contoh dong. Muncul pernyataan kembali, hukumkan bersifat fleksibel, dibuat untuk kaum lemah saja namun ketika kepada kaum yang kuat malah melempem (masuk angin).

Jangan pernah salahkan hukumnya. Hukum dibuat bukan untuk dilanggar, pernyataan ini sering kita jadikan dalil sehingga kita tergolong oleh orang yang merugi, karena apa ?
Karena apapun yang terjadi Hukum akan tetap berdiri walaupun langit akan runtuh.

Sebagai Warga Negara Indonesia kita harus sadar dalam melihat peraturan yang sudah diciptakan
sebagai landasan kepada kita. Namun ternyata sering terjadi kesimpangsiuran didalam peraturan itu sendiri, contohnya saja problematika yang terjadi, kita sering menganggap hukum itu tidak adil dan berpihak kepada pihak lainnya, jawabannya tidak !, karena kita tidak mengetahui peraturanlah oleh karena itu bisa terjadi pernyataan yang sedemikian rupa.

Sebagai bentuk warga negara indonesia, penulis sangat mengapresiasi dengan adanya konstitusi yang memberikan framework bernegara yang kemudian dijewantahkan dalam good government, clean
government kemudian dengan tiang penyanggah law enforcement yang kuat apalagi dengan adanya penerapan sistem separation of power dalam mentansformasikan proses mekanisme perjalanan ketatanegaraan kita sampai hari ini, namun sayangnya KONSTITUSI tidak dijalankan dengan baik. Undang-undang dibuat lebih mengarah pada segelintir kepentingan kelompok tertentu tidak pada kebutuhan masyarakat seutuhnya, kedewasaan politik juga tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga melahirkan "abuse of power" di kekuasaan dan tendensius pada pihak yang lain. Problem yang hari ini mencuat di muka bangsa ini karena ketidaksiapan kita mentaati desain konstitusi itu sendiri. Tapi sebaik apapun sistem yang kita bangun dengan konstitusi semua itu akan sia-sia kalau perilaku para pemimpin kita tidak mendukung ke arah situ, konstitusi tidak bisa demokratis kalau perilaku pemimpinnya tidak demokratis maka demokrasipun tidak bisa berjalan dengan baik, maka perlu adanya kontergensi atau titik temu antara sistem hukum dan perilaku politik para pemimpin kita, tapi dari semua itu point yang paling penting untuk kita sikapi bersama adalah semua orang harus taati KONSTITUSI, karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.

Terwujudnya Indonesia adil dan makmur, dimulai dari diri sendiri. Maka mulailah untuk hidup yang lebih baik. Kepada pembaca, semoga kita sadar seberapa penting peraturan dan aturan diperbuat, dan ubahlah kebiasaan buruk yang menganggap peraturan itu tidak penting dari hari ini. Marilah mulai menyadari bagaimana kehidupan bila tak memiliki aturan, mungkin saja akan terjadi kehidupan rimba, kembali pada masa prasejarah. 

Penulis juga menyadari sebagai bentuk insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan islam masih banyak kekurangan dalam tulisan ini, sudikiranya dapat melontarkan kritik dan saran dalam membangun semangat untuk menulis.

jangan pernah merasa hidup kita benar, tapi hiduplah didalam kebenaran

4 Responses to "Peraturan, Penting Tidak sih Aturan itu ?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel