Trendy Bucin (Budak Cinta) Dikalangan Kaum Millenial

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Psikologer.com - Pada akhir-akhir ini kita banyak mendengar tentang trendy bucin dikalangan
para remaja dan segala golongan, sebenarnya apasih yang dimaksud dengan bucin itu? Bucin ialah singkatan dari dua kata yang menjadi satu yaitu “budak cinta”. Sebelum
penulis membahas lebih lanjut, kita akan bercerita tentang fenomena yang terjadi ini
menurut para psikolog di Indonesia.


Pakar psikolog berpendapat bahwasanya fenomena yang terjadi ini
dikarenakan terlalu cepat tumbuh dalam mengenal cinta, sehingga terlalu berlebihan
dalam menjalin hubungan atau biasa disebut pacaran, sehingga banyak menyebabkan
tindakan yang sangat kontroversi yang terjadi dikalangan kaum remaja. Dalam hubungan
atau pacaran, orang yang termasuk pada zona bucin terkadang memandang cinta
hanya dari satu sisi saja, maka kita tak heran melihat banyak kasus yang
mengakibatkan para remaja yang terjangkit penyakit bucin merelakan kewarasannya,
masa mudanya dan nyawanya demi cinta, dan bucin berpendapat bahwasanya ini
sebagai bentuk pengorbanan supaya bisa disebut sebagai pahlawan oleh kekasihnya.

Contoh kasus yang pernah terjadi yaitu, pemuda asal Demak yang bernama
Dicky Irawan yang merelakan nyawanya dengan cuma-cuma, menggantung dirinya
didepan kamar kos pacarnya dikarenakan tidak mau diajak balikan dalam hubungan
berpacaran, dan ada banyak kasus lain lagi yang lebih parah dari itu terjadi di
Indonesia. Kasus ini menjadi catatan kelam bagi banyak pihak terutama kepada
orangtua yang memiliki anak remaja yang katanya generasi milenial. Pola pikir yang
digunakan terlalu sempit dalam memahami arti cinta.

Sebagai generasi milenial seharusnya mengerti apasih sebenarnya cinta itu ?

Para pakar berpendapat tentang definisi cinta, diantaranya Jalaludin Rummi
berpendapat bahwasanya cinta adalah sumber segala sesuatu, dunia dan kehidupan
moral karena kekuatan yang disebut cinta, dan cinta adalah inti dari segala bentuk
kehidupan didunia. Lantas banyak dari kita bertanya apasih penyebab terjadinya
kebucinan ini pada generasi milenial ?

Yang terutama ialah, kurangnya kasih sayang dalam keluarga, dikarenakan keluarga
adalah sekolah pertama dalam mendidik anak untuk proses tumbuh kembangnya.

Karena biasanya ada beberapa individu yang rela melakukan apapun demi cinta,
logika berfikir mereka tidak jalan dan perasaanlah yang berperan besar dalam hal ini
sehingga perlunya pengawasan dari keluarga.

Lantas regulasi apa saja yang dapat diberikan untuk mengatasi permasalah yang ada
ini ?

Regulasi yang penulis tawarkan ialah sebagai berikut :
- Keluarga memberikan pengawasan yang lebih terhadap tingkah laku anak.
- Memberikan pembekalan ilmu yang baik dan berkualitas.
- Memberi motivasi untuk lebih percaya diri dan mencintai dirinya sebelum
mencintai orang lain.
- Memandang segala sesuatu secara positif.
- Berbaur dengan sesama merujuk sebagai masyarakat madani.
- Keluar dari zona nyamannya.

Dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya tidak terjadi perilaku
yang tidak diinginkan.

Sebagai generasi milenial bukan generasi bucin, sudah seharusnya kita bangun dari
tidur dan mewujudkan mimpi-mimpi kita yang ada, bukan malah tidur dan bermimpi
seakan apatis untuk melihat keadaan yang ada, dikarenakan ditangan kita tergenggam
arah bangsa dan perlu sama-sama kita ketahui sudah saatnya kita berperan bukan
malah baperan.


Perubahan datangnya dari kita, bukan dari orang lain. Dan jangan menunggu motivasi
agar kita bergerak tapi bergeraklah agar kita termotivasi.

Demikianlah pernyataan ini penulis buat, semoga berguna bagi kita semua, dan
penulis juga menyadari masih banyak kekurangan didalamnya, penulis membutuhkan
kritik dan saran yang membangun.

13 Responses to "Trendy Bucin (Budak Cinta) Dikalangan Kaum Millenial"

  1. wow trendy bucin dikalangan milenial di revolusi industri 4.0

    BalasHapus
  2. wow trendy bucin dikalangan milenial di revolusi industri 4.0

    BalasHapus
  3. Jangan Bucin dan pacaran sebelum halal yah, karena semua adalah godaan syitan bisa saja kita terjerumus dalam hal2 yang ingginkan eh, yang tidak di inginkan. 😅

    BalasHapus
  4. Tulisannya sangat bermanfaat🖒

    BalasHapus
  5. Mereka mendefenisikan arti Cinta itu secara sempit , semogaa kitaa tidak termasuk pada kategori tersebut .
    Ditunggu tulisan selanjutnya 👍

    BalasHapus
  6. Kirain Bucin adalah budak micin. Ternyata bdak cinta toh..
    Ditunggu tulisan selanjutnya..

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel