Kekuasaan tanpa Moral

Coba apa gunanya miliarder tanpa moral? Kekuasaan dan harta bendamu tak akan menolong jiwamu. Manusia dijunjung tinggi oleh manusia lain karena harkat kemanusiaannya, dan bukan oleh kekuasaan serta kekayaan yang dimilikinya. Kekuasaan dan kekayaan barangkali membuat orang lain menyembahmu, tetapi sembah itu tumbuh dari hati yang palsu, sanubari yang tidak otentik. Sembah itu diberikan karena ia takut, karena ia ingin menyelamatkan diri sendiri, ingin mengambil keuntungan, ingin jabatannya dipertahankan, ingin gajinya dinaikkan.

Namun andaikan kesempatan tiba, apabila roda nasib berbalik arah, maka mereka dengan kejam akan merobohkanmu dari singgasana dan merampokmu sampai tandas. Lebih dari itu, kekuasaan dan kekayaan tanpa dasar moral akan mudah menimbulkan iri dan dengki bagi banyak orang lain yang juga lemah moralnya. Kekuasaan dan kekayaan yang bermoral akan mengangkat pemiliknya menjadi manusia yang berharkat dan bermartabat. Apalagi kalau kekuasaan dijalankan dengan arif dan adil, kekayaan digunakan dengan bijaksana.


Kekuasaan dan kekayaan akan dimanfaatkan untuk kebaikan banyak orang, meskipun ia tetap berkuasa, meskipun ia tetap kaya. Alangkah sungguh beratnya tugas dan kewajiban yang kaya dan berkuasa. Alangkah berat tanggungjawabnya. Orang yang berkuasa harusnya ditaati tanpa menguasai, orang yang kaya harusnya tidak terikat oleh kekayaan. Sebab hanya dengan demikianlah kekuasaan dan kekayaan tidak menimbulkan iri dan dengki, tidak menimbulkan kesengsaraan bagi banyak orang lain.

Manusia yang bermoral itu menang tanpa mengalahkan, dipatuhi tanpa berkuasa, dan kaya tanpa memiliki. Manusia yang bermoral tidak khawatir dikalahkan, tidak khawatir melepaskan jabatan, tidak takut jatuh miskin. Sebab, sejak semula memang ia tidak mengalahkan meskipun menang, tidak menguasai meskipun dipatuhi dan merasa miskin meskipun kaya. Sebaliknya yang terjadi pada manusia yang tipis moralnya. Mereka sok kaya meskipun tidak kaya, sok berkuasa meskipun kekuasaannya pas-pasan. Bagi mereka, kekayaan dan kekuasaan adalah tujuan hidup dan lambang gengsi kemanusiannya. Mereka ini akan ringan meninggalkan moral demi tambahan kekuasaan dan tambahan kekayaan. Yang penting naik jabatan dan pangkat, yang penting bertambah deretan angka di rekening banknya, meskipun harus menjual diri dan menjual jiwa.

Bangsa ini memang sedang berubah. Nilai-nilai juga berubah. Namun, kalau tidak hati-hati, nilai moral akan dikesampingkan, nilai kemanusiaan merosot sampai di bawah nilai ekonomi dan politik. Zamannya memang bukan zaman edan, tetapi mereka yang waspada akan lebih beruntung daripada mereka yang lupa.

“adab lebih berharga daripada segudang ilmu”

1 Response to "Kekuasaan tanpa Moral"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel