Ketika Perempuan Berbicara

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Menjadi seorang perempuan adalah karunia yang tak terhingga begitu juga dengan menjadi seorang laki-laki. Keduanya diciptakan untuk mengisi satu sama lain dengan karakter yang berbeda. Layaknya kutub ketika mereka berjodoh akan tarik menarik satu sama lainnya, no matter what happen. Wanita yang perasa dan lelaki yang berlogika mana mungkin bisa disatukan? sering berpikir begitu? ya memang kalo semakin dipikir semakin ga makes sense, dan katanya juga kita tidak akan mendapatkan seseorang yang karakternya persis seperti yang kita inginkan atau juga katanya berbeda karakter itu akan lebih cocok dan langgeng. Mana mungkin bisa? Ada penjelasan atau teorinya?
Mungkin analogi kutub lagi-lagi yang akan merepresentasikannya, ketika dua jenis kutub sama-sama negatif ataupun sama positif hal yang terjadi adalah kedua kutub itu saling menjauh bukan mendekat. Sudah cukup jelas? kalau tidak, ya gapapa, karena saya tidak bermaksud untuk membuat anda mengerti. Kenapa? Karena hal ini adalah hal yang tidak perlu didukung dengan beribu teori ataupun penjelasan, soal perasaan dan hati jangan terus dipikir, tidak akan ada jawabannya. Terlebih seorang wanita diciptakan dari rusuk seorang laki-laki jadi tenang saja pasti tidak akan salah tulang rusuk, karena rusuk yang tidak cocok tidak bisa dipaksa untuk cocok.

Berbicara perempuan adalah berbicara tentang makhluk yang membuat kita menyadari bahwa perempuan adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan dengan kelembutannya. Kelembutan perempuan adalah mutlak, itulah kenapa perempuan sangat dihargai martabatnya. Mungkin persepsi perempuan sekarang sudah bergeser, perempuan pada jaman dahulu sangat dilindungi dan tertutup, dimana perempuan ibarat perhiasan yang disimpan dan dijaga oleh pemiliknya, mereka disimpan di dalam rumah dihargai sebagai sosok yang lembut, melakukan tugas-tugas pokok sebagai perempuan, memasak, melayani suami, mengerjakan tugas rumah dan lain sebagainya. Itulah potret wanita jaman dahulu, dimana porsi perempuan dibatasi menyesuaikan kodrat yang berlaku.

Namun seiring berkembangnya zaman ada pergeseran dan perubahan yang mendorong wanita ingin diperlakukan lebih dan ingin disetarakan. Entah mengapa justru sekarang para wanita berlomba-lomba untuk menunjukkan eksistensinya kepada dunia, seakan akan mereka ingin sekali dipandang tidak lemah, dan mampu berdiri sendiri sehingga muncullah istilah kesetaraan gender. Akan tetapi, istilah tersebut sudah disalah artikan oleh beberapa orang. Dimana kesetaraan gender berarti wanita berhak sama dengan laki-laki dalam hal apapun. Namun dalam sudut pandang agama Islam kesetaraan gender itu sangatlah dilarang. Namun dengan demikian sebenarnya yang membuat gerakan perempuan ini adalah ketika berbicara mengenai hati, sebenarnya perempuan hanya tidak ingin dikatakan tidak mampu oleh laki-laki sehingga perempuan-perempuan hebat berlahiran sampai saat ini, maka tidak heran jika kita melihat banyak pemimpin, aktivis bahkan sampai terkecil pun perempuan ikut andil didalamnya. Perempuan sebenarnya bukan makhluk yang lemah yang sampai saat ini didalam pola pikir kita bahwasanya perempuan cuman sekedar budak saja.

Didalam buku “perempuan di titik nol” karya  Nawal El-Sadaawi dapat saya simpulkan sebagai bentuk gerakan yang dibangun pada abad ke-17 pada masa itu. Gerakan itu sering kita sebut sebagai gerakan feminisme yang bertujuan ingin melepaskan segala bentuk penindasan yang dilakukan kaum laki laki terhadap kaum perempuan. Pergelutan yang pada masa itu berhasil menunjukkan eksistensi perempuan bukan hanya sekedar budak, melainkan sebagai sosok yang mampu dan bisa seperti laki-laki. Gerakan yang mereka lakukan atas dasar sakit hati dan dendam yang tidak karuan, oleh karena itu jangan heran bahwasanya salah satu aktivis HAM dinegeri ini dari kaum perempuan juga ada, yang hilang memperjuangkan suara-suara kebenaran itu, yaitu Marsinah, namanya mungkin tidak banyak diketahui sampai saat ini, namun sejarah dalam ceritanya dia adalah wanita yang sangat hebat dan begitu kuat.

Ketika perempuan bebicara ?
Mungkin biasa saja sih, menurut sebagian kaum laki-laki. Namun sebenarnya laki-laki juga tidak dapat bekerja dengan baik kalau tidak ada kaum perempuan begitu juga sebaliknya. Mungkin sering kita mendengar dengan sebutan “strong women” sebenarnya ini adalah bentuk cara perempuan untuk mendeklarasikan bahwasanya mereka benar kuat.

Teruntuk semua kaum laki-laki yang membaca ini, perempuan-perempuan tangguh itu bukanlah budak diantara kalian melainkan mereka adalah istana yang harus kalian jaga, lindungi dan isi hari-harinya.

Dan teruntuk kaum perempuan yang sampai hari ini tetap kuat, tetaplah menjadi wanita yang santun dalam berkata dan bijak dalam berkarya, menjadi perempuan yang hebat bukanlah mudah dan bukan juga susah, namun perlu penyeimbang didalamnya, sebagai bentuk sekolah pertama buat anak-anak kalian perbanyaklah gerakan literasi mu, jika yang kalian pikirkan hanya kecantikan dan fashion saja maka siap-siap lah kalian akan tetap dibawah laki-laki. Perempuan yang hebat juga, jangan hiraukan apa yang orang katakan dengan segala bentuk gerakan-gerakan yang kalian buat, karena menurut penulis perempuan yang keluar tengah malam saja sudah di cap sebagai perempuan yang tidak baik. Namun nyatanya kalian sedang berjuang untuk ummat, maka dari itu tetaplah seimbangkan aktivitas kalian dengan waktu kalian.

Terakhir pesan penulis terhadap kaum perempuan, perempuan yang baik bukanlah dia yang menang dan berhasil menaklukkan hati kaum laki-laki. Namun perempuan yang baik dialah yang mampu menjaga tutur sapanya, gaya bahasanya dan lembut dalam tingkahnya.


Demikian lah tulisan singkat ini disajikan atas dasar mewakili perasaan perempuan yang kuat. Karena sejatinya penulis akan menikah dengan perempuan juga, mungkin ada diantara kalian yang membaca ini. Terimakasih banyak.

"wanita menginginkan disayangi tanpa ada satu argument, bukanlah karena mereka cantik atau baik atau juga pandai, tetapi karena mereka yang mampu mengatakan pada saat menangis “aku tidak apa-apa”"

2 Responses to "Ketika Perempuan Berbicara"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel