Sebuah Perjalanan Yang Akan Tiba

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Sebagai manusia kita tentunya memiliki banyak mimpi, harapan dan cita-cita. Mimpi-mimpi kita tersebut tidak datang dengan sendirinya, melainkan kita lah yang harus mewujudkan semua mimpi-mimpi tersebut.

Untuk menggapainya kita memerlukan berbagai macam usaha dan pengorbanan. Melakukan usaha tersebut sungguh tidaklah mudah. Banyak hambatan dan rintangan yang harus kita hadapi. Rintangan tersebut dapat berupa masalah ekonomi, pengaruh lingkungan, bahkan rasa yang muncul dari dalam diri kita sendiri, yaitu MALAS. Mimpi dan cita-cita tidak dapat terwujud jika kita hanya bermalas-malasan.

Kesuksesan dalam mewujudkan cita-cita tidak pernah datang dengan sendirinya. Untuk itulah kita membutuhkan motivasi untuk memberantas rasa malas itu. Hanya dengan semangat, motivasi yang tinggi dan usaha yang terus-menerus itulah kita dapat mewujudkan segala mimpi-mimpi dan cita-cita kita. Setiap orang memiliki bentuk motivasi yang berbeda-beda. Motivasi bisa muncul ketika kita sedang malas atau “enggan” melakukan berbagai hal yang mana hal tersebut merupakan pendorong terwujudnya cita-cita kita. Misalnya dalam mengerjakan tugas kuliah atau sekolah. Mengerjakan tugas menjadi hal yang sangat menyebalkan bagi para mahasiswa dan siswa sekolah, sehingga ujung-ujungnya hanya rasa malas yang memenuhi hati dan pikiran kita. Ada sebagian orang yang hanya dengan mendengarkan musik maka motivasinya dapat kembali ter-charge atau terpulihkan, ada juga yang melampiaskannya ke jejaring sosial media seperti Facebook, Twitter, dsb dan masih ada yang menggunakan cara lain. Mungkin rebahan dikasur sudah bisa ngembalikan mood dan motivasi yang baru lagi.
Judul ini sebenarnya seperti menceritakan beberapa yang perlu kita perbaiki kedepannya. Mungkin pada tahun 2019 ini kamu memiliki banyak problem, bisa saja seperti tugas kuliah menumpuk, patah hati, skripsi revisi, ditinggal selamanya oleh orang yang disayang dan mungkin juga ada sebagian yang merasakan kebahagiaan yang lebih, mungkin ditahun ini menikah, dapat momongan dan lain sebagainya.

Akhir tahun 2019 akan berlalu. Kemeriahan seluruh penjuru dunia dalam penyambutan pergantian awal tahun baru bisa kita lihat dan rasakan. Banyak ragam cara ataupun tradisi dalam rangka penyambutan tahun baru. Mulai dari menikmati libur panjang atau mungkin hanya meluangkan waktu bersama keluarga di rumah. Semua cara penyambutan yang baru saja saya sebutkan adalah baik adanya. Namun, menikmati libur panjang atau meluangkan waktu bersama keluarga di rumah dalam rangka penyambutan awal tahun tidak akan lengkap apabila Anda tidak membuat sebuah resolusi awal tahun, atau lebih tepatnya membuat rencana atau target selama tahun 2020 ini.

Ngomong-ngomong, bagaimana kesan Anda dengan waktu yang telah di tempuh selama 12 bulan lalu ? Apakah Anda cukup puas karena banyak pencapaian yang telah Anda raih ? Atau mungkin Anda justru merasa kecewa karena banyak target-target yang belum terpenuhi ? 

Sebuah resolusi adalah baik apabila di imbangi dengan kebijaksanaan dalam menyikapi hasilnya. Bagaimana cara kita merayakan keberhasilan atau menerima kegagalan merupakan kunci penentu, apakah resolusi awal tahun anda bermanfaat atau justru resolusi awal tahun menjadi beban. Apabila Anda sudah cukup mengerti dengan hal yang disebut resolusi awal tahun, maka inilah saat yang tepat untuk membuat daftar tujuan-tujuan yang ingin anda capai. Segarkan kembali ingatan Anda tentang hal-hal yang anda inginkan. 

Sebagai contoh pertama, Perbaikan. Sebuah kekeliruan yang mungkin pernah anda lakukan tahun lalu, maka petiklah pelajaran dari kekeliruan tersebut, lalu masukanlah hal tersebut kedalam daftar resolusi awal tahun sehingga Anda berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut, atau bahkan memperbaikinya. Anda bisa saja menulis, "Saya tidak akan berusaha untuk menahan emosi saya kepada orang-orang di sekitar. Dan bila ada kesempatan, saya akan meminta maaf kepada mereka atas apa yang pernah saya lakukan dahulu." 

Mari kita beralih ke contoh yang ke dua, Pencapaian. Saya rasa, di era globalisasi seperti ini di pastikan banyak hal yang dituntut untuk dicapai. Namun, dalam hal resolusi awal tahun, cobalah meminimalis daftar tujuan dengan cara mengingat-ingat kembali hal yang begitu penting dalam hidup anda. Hal yang selalu mengganggu setiap Anda mengingatnya. Sebagai contoh adalah, ingin berhenti merokok, ingin memiliki pekerjaan yang lebih baik, atau mungkin ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal sehingga kesehatan senantiasa menemani hari anda, juga dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri anda dalam bersosialisasi secara langsung untuk menambah teman baru. Dan perlu di ingat, seperti yang saya katakan sebelumnya, sikapi dengan bijak apapun hasil yang akan anda raih di kemudian hari. Jadikanlah resolusi awal tahun bermanfaat untuk penyemangat dalam meraih tujuan, dan bukan sebuah beban. Saya yakin sebagian besar dari daftar isi resolusi awal tahun anda adalah hal yang berat untuk di raih. Namun, jangan mengatakan tidak mampu apabila Anda belum pernah mencoba meraih. Jangan melemahkan diri Anda. Berusahalah ! Apabila Anda gagal, maka bangkitlah, dan coba lagi di kesempatan berikutnya ! Seperti yang di katakan para juara di setiap kegagalanya, "Never give up But, never give up doesn't mean you doing something wrong over and over again”. (Tidak menyerah adalah mencoba tak-tik baru dalam pencapaian apabila tak-tik yang lama tidak berhasil).

Dan mungkin ini akan menambah semangat teman-teman semua, yang dahulunya pernah patah semangat, semoga kembali termotivasi. Sebagai bentuk pencapaian yang terbaik penulis menginginkan komentar dan saran terhadap tulisan-tulisan yang ada dan boleh request untuk membahas tulisan tentang apa.

“Apapun yang kita putuskan, orang-orang tetap saja demikian. Jadi, biarkan saja orang-orang sibuk dengan masalah mereka sendiri. Kita memilih fokus terus melakukan yang terbaik dan terus memperbaiki diri”

“Kita butuh empati, lebih dari penghakiman. Butuh berbagi pendapat, lebih dari penghukuman. Butuh solusi, lebih dari sekadar kritik dan makian. Karena, yang lebih menyedihkan dari melihat seseorang yang berbuat kesalahan, adalah melihat orang-orang memaki seseorang yang berbuat kesalahan”

-Fiersa Besari

0 Response to "Sebuah Perjalanan Yang Akan Tiba"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel