Filosofi Kehidupan Jam Dinding

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Jam adalah alat penunjuk waktu, sebuah jam sangatlah penting, seperti jam dinding. Jam dinding pada umumnya terus bergerak berputar dan terus berulang. Jam dinding juga ibarat saksi bisu perjalanan hidup kita, dari bangun tidur, mandi, sarapan, berangkat kuliah dan seterusnya. Sebuah jam telah menjadi saksi dan juga merekam semua kejadian itu dengan rapi, semua aktivitas itu terus berulang seperti hal yang nampak sama, jam, menit, detik sendiri terus berputar tapi setiap kejadian yang terjadi pada setiap detik itu tidak akan sama lagi. Beberapa jam tadi, beberapa menit yang tadi bahkan beberapa detik yang lalu, tidak akan bisa terulang lagi dengan kejadian yang sama, terkecuali karena kebetulan semata. 
Didalam kehidupan sering kali kita terasa jenuh dengan hidup ini, selalu ada saja masalah dan rintangan yang kita hadapi. Sering kali juga kita terkesan putus asa dalam menjalani hidup ini, banyak mengeluh dan sebagainya. Bahkan hati kita suka bilang, “ayo akhiri kehidupan ini”. ohh no. Jika kita perhatikan siklus jam dinding, kita akan menemukan semangat hidup kita kembali, loh?
Iya benar, silakan kamu coba perhatikan jam dinding dirumah kamu. Jam dinding itu akan selalu berputar tidak kenal lelah, dia bergerak ke atas, terus ke bawah lagi, terus ke atas lagi begitu seterusnya, dia hanya dibutuhkan pada saat tertentu saja, dan dia juga tetap setia bekerja walaupun dia berubah kusam, hingga sampai pada waktunya dia akan mati. Lantas apa yang bisa diambil dari jam dinding itu?

Dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting. Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar. Walau tak seorangpun mengucapkan terima kasih, dia tetap bekerja. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik. Hidup ini banyak pilihan. Namun hidup ini pun sangat singkat. Maka segera tentukan dan pilihlah prioritas hidup kita. Jangan sia-siakan hidup kita supaya hidup kita lebih bermanfaat bagi orang lain. Dan teruslah berbuat baik kepada sesama walaupun perbuatan baik kita tidak dinilai dan diperhatikan oleh orang lain, atau bahkan dipandang dengan sebelah mata. Ibarat Jam Dinding yang terus bekerja, walaupun tak dilihat, namun senantiasa memberi manfaat bagi orang sekitarnya.


Terkadang kita tidak pernah menyadari segala sesuatu yang terjadi didalam kehidupan kita yang nampaknya kita sering sekali mengabaikannya namun sangat banyak pelajaran didalamnya. Teman-teman sekalian, mulai dari sekarang kita harus tekankan pada diri kita bahwasanya semua orang adalah guru dan semua tempat adalah sekolah. Tulisan ini adalah bentuk sesuatu gambaran yang bisa dijadikan bahan buat teman sekalian supaya mau berpikir bahwasanya hidup itu memiliki arti ketika kita mau menuju hidup yang lebih berarti.


"Semua buku hadir sebagai tempat yang lapang dan lampunya menyala terang, sebagian hadir seperti sungai asing tanpa jembatan. Mereka yang mampu berpikir jernih akan menghadapinya dengan keyakinan ini opini belakangan, karena segala rintangan pada dasarnya hanya asumsi dalam pikiran"


2 Responses to "Filosofi Kehidupan Jam Dinding"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel