Hidup dalam Dinamika atau Dinamika dalam Hidup ?

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Didalam kehidupan setiap manusia, terkadang kita sering memiliki suatu rintangan, tantangan, dan mungkin halangan dalam proses kehidupan sehari-hari. Sebenarnya bukan suatu kesalahpahaman yang terjadi dalam kehidupan ini, hanya saja perbedaan persepsi pemikiran lah yang mengakibatkan adanya perselisihan dikehidupan kita. Pada posisi ini tidak ada satupun yang bisa kita salahkan, bagaimana pun juga yang namanya perspektif pemikiran seseorang boleh boleh saja asal jangan melewati batas objektif tersebut. Semua kita pasti sering mendengar perkataan yang sering diucapkan yaitu dinamika ?
Dinamika secara singkat dapat diartikan sebagai terjadinya interaksi dalam suatu kehidupan dua atau lebih individu dalam suatu wilayah yang memiliki hubungan psikologis secara jelas dan dalam situasi yang dialami.  Jika kita tarik secara garis besar dari penjelasan diatas dapat kita katakan bahwasanya dinamika adalah semua bentuk proses yang kita jalani selama kita hidup, artinya didalam kehidupan kita ini, kita tidak bisa terlepas dari dinamika itu sendiri. Diberbagai pihak sering merasakan dinamika ini, yaitu dinamika kehidupan namanya.

Ada banyak jenis dinamika itu sendiri sebenarnya, namun pada konteks tulisan ini kita membahas dinamika suatu perkumpulan yang sering mengakibatkan kesalahan yang sangat fatal didalam kehidupan. Dinamika ini sering timbul digunakan mengatasnamakan untuk merubah suatu mental. Namun nyatanya karena terlalu seringnya dinamika dalam perkumpulan pun dapat membuat orang bosan dan jenuh untuk bergabung atau berkumpul kembali. Pada kesempatan ini seorang tokoh filsafat misalnya, seperti Hegel yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang terdapat di alam semesta itu terjadi dari hasil pertentangan antara dua hal dan yang menimbulkan hal lain lagi. Pernyataan hegel ini dapat saya katakan bisa menimbulkan ada kedendaman didalam hati apabila sering sekali memberikan dinamika yang mengatasnamakan untuk mendidik. Karena apa adanya masalah yang dapat menyebabkan masalah tersebut timbul dan mungkin bisa berlipat ganda nantinya.

Menurut penulis, dinamika boleh boleh saja dilakukan dengan tujuan berbagai alasan. Namun intinya pasti setiap dinamika bertujuan untuk merubah karakter dan stigma pemikiran seseorang. Namun sebelum kita mendinamika seseorang kita harus mengerti bagaimana sifat serta psikologis seseorang yang akan kita dinamika. Karena tak semua dinamika berujung untuk kebaikan, terkadang dinamika menurut kita benar, namun menurut orang lain belum tentu benar adanya.


Dinamika pada akhirnya berujung kepada pembelajaran, namun terkadang juga dinamika bisa menjadi suatu permasalahan. Boleh sering sering mendinamika namun dinamika lah terlebih dahulu dirimu sebelum engkau mendinamika orang lain, dengan tujuan apakah pantas sesuatu dinamika yang beginian kuberikan pada diriku. Pada akhirnya kita akan merasakan yang namanya dinamika, tak ada salahnya kita mempersiapkan dengan satu alasan bertujuan untuk kebaikan. Terakhir penulis mau bilang setelah teman teman baca ini, teman harus bisa pastikan kepada diri sendiri bahwasanya teman teman itu ingin hidup dalam dinamika atau dinamika dalam hidup saja. Nah gimana teman teman pernah gak kalian kena dinamika diperkumpulan lalu kalian malas untuk kumpul lagi ? Sekian dan terimakasih.

"Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal"

0 Response to "Hidup dalam Dinamika atau Dinamika dalam Hidup ?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel