Kehidupan Yang "Bernilai"

Saya menemukan uang 50.000 diselokan, bentuknya kumal dan bau busuk. Saya bersihkan dan saya berpikir sekumal apapun uang ini tetap nilainya 50.000.

Lalu jika kebetulan uang tersebut ada di tong sampah apakah nilainya masih sama 50.000 ? Jika uang tersebut saya temukan di jalan, diinjak injak orang, apakah nilainya masih sama 50.000 ?

Ternyata dimanapun uang tersebut berada, nilainya tetap sama.

Saya berpikir lagi mungkin beda cerita jika saya menemukan uang ini dalam keadaan terkoyak, pasti tidak akan bernilai lagi.
Tapi
Terkoyak kan bisa ditempel pakai plester ? Saya ingat mamak saya dulu menempel uang yang sobek pakai nasi. Jika ada uang yang sobek segera mamak saya berlari kedapur membuka periuk dan mengambil sebutir nasi untuk menempel uang tersebut dengan secobek buku tulis.

Ohh... Berarti sekalipun uang itu koyak nilainya tetap sama. Begitu juga hidup kita.

Kadang kita merasa tidak berharga karena kita pengangguran dan miskin. Kita merasa diinjak injak, Kita merasa dikucilkan, Kita merasa dijauhi keluarga dan teman teman, Kita merasa digunjingkan, Kita merasa dihina, Kita merasa disakiti, Kita merasa dikhianati, Kita merasa dibenci, Kita merasa seorang diri, Kita merasa difitnah, Kita merasa dijauhkan, Kita merasa dibuang.
Dan semua perasaan itu membuat kita MERASA TIDAK BERNILAI.

Jika uang saja tetap bernilai sekalipun dia berada di selokan lalu kenapa kita manusia tidak merasa memiliki nilai ? Uang itu tetap bernilai karena ada orang yang memberi nilai pada uang tersebut. Begitu pula dengan hidup kita, kita akan tetap bernilai karena kita yang menghargai diri kita.

Tuhan menciptakan kita (masing masing manusia) dengan tujuan hidup yang berbeda namun kita memiliki nilai yang sama dimata Tuhan. Yang membedakan hanya amal yang kita perbuat selama hidup kita.

Tidak semua manusia harus kaya,
Tidak semua manusia harus tertawa,
Tidak semua manusia harus banyak uang,
TAPI semua manusia punya nilai yang sama.

Mungkin saat ini ada yang teraniaya,
Mungkin saat ini ada yang dirampas haknya,
Mungkin saat ini ada yang menderita,
Mungkin saat ini ada yang pengangguran,
Mungkin saat ini ada yang bangkrut,
Mungkin saat ini ada yang kurang makan,
Mungkin saat ini ada yang dijauhi teman,
Mungkin saat ini ada yang diputuskan pacar,
Mungkin saat ini ada yang difitnah,
Mungkin saat ini ada yang berbeban berat,
JALANI saja semuanya dengan senang hati dan jangan pernah membuat diri kita tidak bernilai.

Apapun yang terjadi dalam hidup kita, NILAI KITA tidak akan berkurang jika bukan kita sendiri yang mengurangi.

“Kapal yang hanya diam dalam pelabuhan adalah kapal yang aman, tapi bukan untuk itu kapal diciptakan”

0 Response to "Kehidupan Yang "Bernilai""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel