Apakah Virus Corona Akan Abadi Berada di Bumi Ini ?

Seperti lagunya Peterpan yang berjudul "Tak ada yang abadi". Virus juga tidak ada yang abadi. Virus tidak bisa dibilang hidup, karena mereka bukanlah sel (unit kehidupan terkecil, seperti sel bakteri). Bagaimana bisa sesuatu yang tidak jelas hidupnya bisa abadi ?

Ukurannya kecil sekali, yaitu berkisar 50–200 nm, cuma kira-kira 5% saja dari massa satu sel bakteri. Setelah memahami strukturnya kita akan bisa menilai bahwa virus ini sebenarnya rapuh. Si rapuh ini saat ini penyebarannya luar biasa dan menyebabkan pandemi ke seluruh dunia. Hebat ya? Dapat mematikan. Oleh sesuatu yang kehidupannya saja semu. Virus corona hanya terdiri dari materi genetik (RNA), membran, envelope, dan spikes yang terdiri dari lipid bilayer. Mereka tidak akan hidup kalau gak ada sel yang ditumpanginya.
Salah satu kesempatan kita untuk mencegah virus ini menginfeksi dan menyebar adalah, jangan biarkan mereka punya inang. Kalau mereka punya inang, mereka bisa aktif bereproduksi dengan merakit diri dan kemudian rilis dalam jumlah lebih banyak.

Di manakah virus corona bersembunyi di tubuh manusia ? Setelah menemukan sel inangnya, pertama virus corona akan menempel dan masuk ke sel inang diperantarai oleh suatu protein yang ada di permukaan virus. Jadi virus corona bersembunyi di mukosa mulut, hidung, nasofaring, paru, lambung, usus halus, usus besar, kulit, timus, sumsum tulang, limpa, hati, ginjal, otak, sel epitel alveolar paru, sel enterosit usus halus, sel endotel arteri vena, dan sel otot polos. Wah banyak sekali tempat persembunyiannya.

Apa yang bisa kita lakukan ? Kita bisa membuat virus ini tidak aktif dengan merusak lapisan lipid bilayernya. Dengan cara apa ? Dengan menggunakan disinfektan yang mengandung klorin, pelarut lipid dengan suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit, eter, alkohol, asam perioksiasetat, detergen non-ionik, formalin, oxidizing agent dan kloroform. Bahan-bahan ini umumnya digunakan sebagai disinfektan peralatan medis dan beberapa industri. Penggunaannya bisa saja tidak bebas karena sifatnya yang korosif, dan dapat menyebabkan iritasi berat apabila digunakan tidak sesuai aturan.

Disinfektan kan efektif kalau di luar tubuh manusia, kalau berada di dalam tubuh manusia gimana Setelah kita mengetahui bahwa tempat virus bisa menempel di dalam tubuh kita ini bisa banyak sekali, paling baik memang mencegah sedari awal, sebisa mungkin sebelum menempel pada jalur masuknya yang paling mudah di jangkau seperti mulut dan hidung. Karena tidak mungkin kita minum sabun atau handsanitizer dengan alkohol 70% tersebut demi bersih-bersih virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Kita hanya bisa menggunakannya pada tangan saat kemungkinan virus tersebut ada di kulit kita.

Kita dianjurkan rajin mencuci tangan dengan sabun setidaknya 20 detik atau alternatifnya dengan handsanitizer mengandung alkohol 60–90% bukan karena tanpa alasan. Yaitu agar lipid bilayer itu tadi rusak dan virus menjadi tidak hidup. Setiap kali pakai handsanitizer juga kita perlu periksa kembali kondisi tangan kita apakah sudah mulai kering, apakah mengalami iritasi.

Langkah kecil, seperti mencuci tangan, good personal hygiene, social distancing, semua orang pasti mudah hapal. Namun semua orang mungkin tidak melakukannya karena mereka tidak memahami alasannya. Sekarang setelah mengetahui alasannya, semoga kita mulai dan konsisten melakukan good personal hygiene ini, sehingga ada perubahan yang luar biasa yang akan terjadi.

"Virus paling berbahaya yang tidak ada vaksinnya yaitu ego manusia"


4 Responses to "Apakah Virus Corona Akan Abadi Berada di Bumi Ini ?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel