-->

Dampak dari Until Tomorrow

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Jangan tunggu sampai besok apa yang dapat kamu lakukan hari ini. Pendek kata, jangan bermalas-malasan, manfaatkan waktu sebaik mungkin. Kalau bisa hari ini kenapa harus menunggu besok. Bukan kah menunggu adalah hal yang paling membosankan ?

Tagar yang hari ini beredar dan trending #untiltomorrow sebenarnya bisa kita ambil banyak pelajaran, mengikuti ketenaran boleh boleh saja. Namun pernahkah kalian mendengar pernyataan tentang setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru ?
Maka gunakan dan ambillah pelajaran dalam until tomorrow. Kesan pertama yang saya lihat adalah seperti menunda-nunda suatu kegiatan yang seharusnya dapat kamu kerjakan. Lockdown boleh saja, namun kalau kamu bisa melakukan kegiatan kenapa harus tidak kan ? Kalau kamu gunakan waktu lockdown-nya untuk rebahan doang, kamu mau jadi apa sih ? Saya berfikir seperti ini, mesin kalau tidak di panaskan, dalam bahasa kaminya, lama lama akan Jim (rusak). Dan otak atau pikiran kalau tidak diasah lama lama akan tumpul. Maklumat yang beredar kita harus lockdown, tetapi kamu harus bisa memfilter semuanya. Kamu juga harus buat daily activity yang bermanfaat, misalnya nih, baca beberapa buku, menulis ,dan program mengaji dan meningkatkan ibadah.

Masih mau katakan until tomorrow ?
Sekali lagi saya tidak melarang, tetapi kamu juga harus bisa sharing profit yang dapat menghasilkan feedback dari kegiatan kamu itu. Sesuai dengan kalimat I B D A’ B I N A F S I K (Solusi Praktis Rasulullah SAW dalam Mengatasi Krisis Multi Dimensional). Mulailah dari diri sendiri untuk menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat buat orang disekeliling kamu. Mengikuti perkembangan adalah hal yang positif, namun jangan kamu paksakan kamu untuk hidup di zaman itu kalau kamu tidak bisa, jadi solusinya adalah kamu harus belajar.

Mengisi waktu kebosanan kamu saat social distancing ini adalah hal yang wajar saja, bagaimana kamu mau jaga jarak sedangkan rindu kamu kepadanya menggebu gebu bukan ? Namun saya melihatnya seperti ini, saya ingin mengajak untuk apapun yang terjadi, kamu lakukanlah sebagai penyemangat agar kamu terpacu untuk melakukan kebaikan. Isi beranda di media sosial teman-teman semua dengan resume pelajaran pada saat kalian face to face, agar kalian juga bisa mengulang kembali memori ingatan yang sudah terlupakan. Berilah hal-hal yang baik, sampaikan pesan-pesan yang bermakna kepada orang disekitar kita, sampaikan kabar baik kepada kedua orang tua kita, bahwasanya bersama kita bisa menghadapi dan mengatasi kejadian ini.

Jadikan momen lockdown sebagai momen latihan sebelum kita masuk kepada bulan ramadhan, sehingga kita memacu semangat kita untuk beribadah dan memperbaiki diri. Dan ingat, hidup dimulai sekarang, karena kemarin adalah sejarah dan besok misteri. Lantas apakah kamu menunggu esok untuk berbuat baik, sementara kematian kapan saja bisa menemui kita. Kamu sering saja mengikuti laporan pertanggung jawaban didunia, namun ingat ada laporan pertanggungjawaban dihadapan Allah yang harus kamu lakukan. Aku tak tahu banyak tentang until tomorrow yang aku tau adalah tanpamu i feel pain in sorrow.

"Lucu bukan? Dunia menuntutmu berdamai dengan keadaan, sementara keadaan membunuhmu perlahan. Otakmu dibanting, hatimu ditikam, tapi tetap harus 'haha hihi'"
-Ridho Fadillah Munthe

8 Responses to "Dampak dari Until Tomorrow"

  1. Kalo di ig, anak anak jaman sekarag post dengan caption 'until tomorrow' dengan maksud 'post an ini hanya sampai besok, jadi besok akan dihapus' nah ini dijadiin challage biasanya, fotonya bersyarat, so gaada unsur penundaan atau apapun, right? Kalo gini gapapa kah?

    BalasHapus
  2. Luar biasa dinda �� trus lah berkarya

    BalasHapus
  3. Teringat kepada perkataan abg
    Jgn cuma kelamin aja yg di onani
    Tapi pikiran juga harus di onani biar gak tegang hahaha

    BalasHapus
  4. Closing statement nya mungkin seorang pilosifi haha hihi

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel