Kuliah Online atau Tugas Online ?

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Instruksi dari berbagai sumber sudah banyak yang dijalankan dan ditindaklanjuti sesuai dengan tujuan awalnya. Berbagai pemberitaan banyak yang mengeluh tentang sistem kuliah online, ada yang mengatakan kendala di paket internet dan jaringan. Namun ada yang lebih parah yaitu adalah bukan kuliah online melainkan timbulnya rasa libido yang sangat tinggi seorang tenaga pengajar untuk berlomba-lomba memberikan tugas yang lebih dari biasanya.

Perlu kita ketahui salah satu untuk mencegah covid-19 adalah berfikir secara cerdas dan sehat. Bukan menjadi stress yang bergantung-an. Kampus melakukan lockdown, tugas kuliah seperti main smackdown dan mahasiswa berujung down. Pada dasarnya, filosofi pendidikan yang krusial lain adalah mindset mahasiswa dalam pembelajaran adalah memahami ilmu kemudian menerapkan, bukan hanya nilai yang diburu. Selain itu pengajaran harus diikuti dengan pendidikan sehingga tercipta akhlak yang mulia.
Sayangnya, tenaga pendidik banyak yang belum bisa mengaktualisasikan pernyataan diatas. Ibaratnya seperti ini, yang penting selesai kewajibanku, mau paham dan tidak paham itu urusan mereka. Saya melihatnya tumbuhnya sifat apatis dari tenaga pendidik. Disamping itu keluhan banyak para pelajar yang sangat mengerikan, sadis dan menyayat hati menurut saya. Saya bukan melakukan pembelaan secara berlebihan kepada satu pihak, hanya saja seharusnya mengertilah dalam kondisi seperti ini.

Pada dasarnya kuliah online dibuat dan dilakukan secara baik, dengan metode pembelajaran mengikuti perkembangan dan keadaan. Bisa saja melakukan dengan video call pembelajaran atau video penjelasan dan sebagainya seperti metode les privat online. Sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya salah, tapi coba kita bayangkan apabila setiap dosen menerapkan sistem yang sedemikian rupa, menggantikan materi tatap muka dengan tugas yang cukup banyak dengan waktu yang terbatas tidak menutup kemungkinan mahasiswa akan kewalahan dan proses pembelajaran menjadi tidak maksimal dan hanya akan menjadi sia-sia.

Tidak sedikit mahasiswa yang mengeluhkan dan menyayangkan hal tersebut. Pasalnya banyak kendala yang mereka temui tatkala menggunakan sistem online. Salah satu yang menjadi persoalan utama yaitu terkait kendala jaringan internet yang dialami mahasiswa. Banyak yang kesulitan mengakses baik tugas maupun modul yang diberikan.

Beberapa teman yang saya tanya tanggapan mengenai online semua mengatakan malah menyiksa. Apa yang paling menyiksa ? Adanya social distancing (jaga jarak), Gimana mau jaga jarak sementara ini menggebu-gebu buat ketemu. Hadirnya covid-19 sudah membuat banyak mahasiswa sangat cemas, jangan berikan kecemasan yang berlebih. Saya berekspektasi bahwasanya kuliah online adalah kuliah yang dilakukan dengan cara yang asyik dan mudah dipahami. Memang, kuliah yang efektif adalah kuliah yang tetap face to face, selain emosionalnya dapat, mahasiswa juga tidak diterpa rindu.

Dan terakhir, saya ingin mengatakan kepada mahasiswa yang berada diujung euforianya, yang hari ini sibuk menyusun skripsi, bimbingan dan perhelatan wisuda harus ditunda. Kalian harus bersabar, ini langkah yang terbaik buat kita. Jangan persulit lagi dirimu, ikutin himbauan yang ada dan yang paling penting adalah dekatkan dan perbaiki dirimu kepada Allah SWT. Kita akan selesai dengan semua ini, jaga kesehatan, jika tidak ada baju buat bersandar masih ada telur buat didadar karena sarapan lebih penting dari harapan.

#stayathome #jagakesehatan #perbanyakibadah


"Kuliah yang kurang menyenangkan, banyak tekanan, dan tuntutan mendapat nilai bagus telah membuat mahasiswa menjadi manusia yang menghalalkan segala cara."

3 Responses to "Kuliah Online atau Tugas Online ?"

  1. Mantab 👍 yg lebih parahnya lagi mahasiswa di kasih tugas dari si dosen dan ketika pas pengumpulan tugas dosen nya malah gak respon.

    BalasHapus
  2. Mantap .
    Pada akhirnya Mahasiswa Negatif Corona Positif Stresss 😭

    BalasHapus
  3. Aku sebel sama dosen yang nyuruh stay di google classroom dari jam 13.00 kirain mau ngasih materi ajar, video penjelasan atau apa gitu pengganti tatap muka. Eh tahunya cuma ngasih tugas doang, kalau gitu mah share di WA juga bisa. Ah .. Tp tetap dikerjain meski hati pegal. Hehe

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel