Lockdown Kebiasaan Burukmu dan Upgrade Kebiasaan Baik

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Lockdown diambil dari bahasa Inggris yang artinya adalah terkunci. Jika dikaitkan dalam istilah teknis dalam kasus Corona atau COVID-19, arti lockdown adalah mengunci seluruh akses masuk maupun keluar dari suatu daerah maupun suatu negara. Tujuan mengunci suatu wilayah ini agar virus Corona tidak menyebar lebih jauh lagi dan bisa dikendalikan. Jika suatu daerah dikunci atau di-lockdown, maka semua fasilitas publik harus ditutup. Mulai dari sekolah, transportasi umum, tempat umum, perkantoran, bahkan pabrik harus ditutup dan tidak diperkenankan beraktivitas. Aktivitas warganya pun dibatasi. Bahkan ada negara yang memberlakukan jam malam. Nah itu adalah pengertian lockdown yang sedang booming saat ini.
Lockdown kebiasaan burukmu, upgrade kebiasaan baikmu. Maksud yang lebih spesifik adalah meninggalkan kebiasaan buruk, menutup jalan perbuatan yang buruk dan meng-upgrade kebiasaan baik, atau meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Sang Pencipta lebih detailnya.

Kalau hari ini kamu masih suka rebahan tanpa ada kegiatan yang bermanfaat maka ubah-lah, kalau hari ini kamu suka bermalas-malasan untuk kuliah maka rajin-lah, kalau hari ini ibadah kamu suka bolong-bolong maka perbaikilah. Lockdown segala sesuatu yang menghambat kamu untuk memperoleh kebaikan dan keimanan yang berguna bagimu.

Pernah dengar pepatah, kalau bukan kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang kapan lagi ? Saya hanya ingin mengatakan bahwa itu bukan cuma kata doang yang harus kamu ucapkan ketika berada di depan orang banyak, tapi perlu juga kamu lakukan untuk dirimu sendiri. Saya mengambil benang positif dalam kebijakan yang dilakukan pemerintah untuk kehidupan kita yang lebih baik, ketika kamu diberi libur maka tingkatkan-lah nilai-nilai keimanan dalam dirimu, lakukan hal-hal yang baik, ikuti himbauan yang ada, jangan keluar dari jalur. Kamu perlu mengambil sesuatu yang positif untuk yang terbaik, jangan pernah mengabaikan arahan dari pemerintah yang ada, karena ini menyangkut orang banyak, hilangkan dendam politik antara bancet dan cebong, hari ini kita perlu negara kita sehat dan bebas dari wabah Corona.

Walaupun harga emas turun, saham turun dan pasar modal anjlok semua. No problem, kamu ambil pelajarannya, Allah memberikan sesuatu agar kamu tidak terlalu fokus dengan dunia, ingat ada akhirat yang menunggu perjalananmu didunia, jika kamu menanam pohon mangga, maka kamulah yang akan memanen manganya dan bisa dinikmati orang banyak, begitulah hidup ini. Lockdown kebiasaan buruk, upgrade kebiasaan baikmu.

Nih tips buat kamu yang ingin lockdown kebiasaan buruknya, dan ingin mengupgrade kebiasaan baiknya:
1. Pribadi yang berkualitas bukan berarti harus menjadi perfeksionis, yang penting niat untuk berubah.
2. Konsisten pada komitmen untuk berubah.
3. Dapatkan dukungan sosial yang positif dan hindari toxic friends di lingkungan sosialmu.
4. Jangan terlalu keras pada diri sendiri, sekali-kali berilah dirimu ‘reward’ untuk sebuah pencapaian sederhana.
5. Berfikir positif, serta hilangkan pemikiran yang buat kamu gagal dan berkembang.
6. Mulailah dari hal yang terkecil.
7. Lakukan secara terus-menerus dan lawan rasa malasmu.

Nah, demikianlah yang dapat saya berikan, untuk mengisi waktu kalian untuk dengan lockdown segala kebiasaan yang buruk. Perubahan bukan dimulai dari kata kalau aku berubah, tapi dimulai dari sikap dan sifat yang mau dirubah, tetap yakin usaha sampai untuk segala sesuatu yang baik.

"Tidak ada rasa bersalah yang dapat mengubah masa lalu dan tidak ada kekhawatiran yang dapat mengubah masa depan" 
-Umar bin Khattab

2 Responses to "Lockdown Kebiasaan Burukmu dan Upgrade Kebiasaan Baik"

  1. Semangat terus min,
    Blog nya bermanfaat untuk semua orang semoga menjadi amal jariah buat mimin.

    BalasHapus
  2. Kereeeennnn . Tingkatkan terus skill nya dek.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel