Pandemik Ketakutan Menjadi Momok Yang Mengerikan

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Pada hakikatnya semua manusia memiliki rasa takut dalam dirinya, mungkin takut kehilangan, takut gagal dalam bisnis dan takut jatuh miskin tapi tidak takut mati walaupun sudah pasti. Teman teman, tulisan singkat ini akan saya bangun menurut singkat analisa saya saja. Saya ingat dengan pernyataan Franklin Delano Roosevelt, didalam politik tidak ada yang terjadi secara kebetulan, jika itu terjadi, kamu bisa menebak itu sudah dirancang sedemikian rupa.
Seperti ini teman teman, saya menganalogikan seperti Kuda Troya yaitu salah satu kisah Perang Troya mengenai tipu daya yang dilakukan oleh orang-orang Yunani untuk memasuki kota Troya dan memenangkan perang. Menurut versi awalnya, setelah pengepungan selama 10 tahun tidak membuahkan hasil, orang-orang Yunani membangun sebuah kuda kayu raksasa dan menyembunyikan beberapa orang di dalamnya. Orang-orang Yunani berpura-pura berlayar pergi, dan orang-orang Troya menarik kuda kayu ini ke kota mereka sebagai lambang kemenangan. Malamnya pasukan Yunani keluar dari kuda kayu tersebut dan membuka pintu gerbang untuk pasukan Yunani lainnya, yang kembali mendatangi kota Troya dengan memanfaatkan persembunyian malam. Orang-orang Yunani memasuki kota Troya dan menghancurkannya, sehingga mengakhiri perang.

Segala sesuatu tidak mungkin terjadi kecuali ada yang mengkonsepnya. Semua dijalankan sedemikian rupa bagusnya. Ketika kita panik dengan suatu keadaan kita lupa terhadap perkembangan perekonomian, nilai mata tukar uang, kita dikekang untuk mengaspirasikan pendapat. Kita malah dituntut untuk isolasi, saya malah melihat kita dikurung untuk menjadi seorang konseptor saja tanpa ada eksekusinya. Sedangkan mereka sudah melakukan eksekusi tanpa memikirkan konsep lagi.

Ada apa dengan rasa takut ? Rasa takut, menimbulkan kepanikan, kecemasan dan hilangnya percaya diri. Mereka hadir juga dengan medianya, datang ditengah-tengah kita sampul yang bagus supaya kita percaya dan menghantarkan kita kepada kepanikan tingkat tinggi. Yaitu berita hoax. Masih ingat, siapa yang menguasai media dia akan menguasai dunia.

Perekonomian mereka kuasai, media mereka kuasai, sistem mereka kuasai dan lain sebagainya. Kita bisa apa ? Bisa update story dimedia, dengan caption #cepatsembuhbumiku.

Maka berfikir-lah supaya kamu ada, ada apa dibalik semua ini, tetap semangat jangan panik. Saya menganalogikan lagi seperti kamu bermain game cacing, kalau kamu mau hidup panjang kamu harus mengendalikannya dengan baik begitu juga kalau kamu ingin mati. Eh kayak remote control dong. Mungkin seperti itu. Terus berfikir ada apa dibalik ini semua. Tetap kawal omnibus law rasa oligarki, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan perkembangan media. Jangan sampai kamu termakan dan terjebak oleh berita hoax.

Waspadalah waspadalah waspadalah

Tetap yakin usaha sampai, kita kuat, ikutin himbauan yang ada dan jangan panik. Kepanikan tersendiri bisa melebihi bahaya covid-19 itu sendiri.

"Kehidupan terus berkembang. Jika kita berhenti berkembang, secara fisik dan mental, kita sama saja dengan orang mati."
Asmar Afandi Nasution

1 Response to "Pandemik Ketakutan Menjadi Momok Yang Mengerikan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel