Perempuan Dengan Segala Bentuk Perjuangannya

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Betapa sulitnya menjadi perempuan. Seperti kata Jean-Jacques Rousseau, seorang pemikir Perancis, manusia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara. Begitulah nasib perempuan. Ia dilahirkan bebas, namun dimana-mana, ia dipenjara. Siapa yang memilih untuk menjadi perempuan? Ketika lahir, alat kelamin sudah ditentukan oleh alam. Namun, dengan perbedaan kelamin, perbedaan peran sosial pun lahir.

“Perempuan” adalah peran sosial yang diciptakan oleh masyarakat, dan bukan oleh alam. Ingat dan pernah baca buku aku lupa bahwa aku perempuan, buku ini bercerita tentang kisah perempuan yang telah menggapai ambisinya. Sebagai politisi sukses, kiprahnya di parlemen dan pelbagai organisasi pergerakan perempuan menempatkan dirinya dalam lingkar elit kekuasaan. Latar belakang politik yang masih konservatif kala itu menjadikannya fenomena baru dalam isu kesadaran gender. Tetapi, kehampaan menyelimuti kehidupan pribadinya dan hampir membuat jiwanya tercerabut. Masalah demi masalah mendera, bahkan anak semata wayangnya yang dia anggap sebagai harta paling berharga justru lebih akrab dengan sang ibu tiri. Hingga suatu kala, ia memutuskan lari dari kehidupan pribadinya, bahkan berusaha lari dari tabiat perempuannya. Pada usia lima puluh lima tahun, ia membunuh kebahagiaannya sebagai perempuan. Ia melakukan apa saja untuk melupakan bahwa ia adalah perempuan. Banyak pejuang perempuan yang hari ini banyak menggoreskan catatan sejarah dilembah peradaban manusia, ada Nawal El Saadawi, Marsinah, R.A. Kartini dan lainnya.
Siapakah dia perempuan dengan segala perjuangannya sampai saat ini ?
Hemat penulis, dia adalah mereka yang hari ini terus mengasah kemampuannya, menyeimbangkan dandanannya dengan disiplin keilmuannya, mereka yang keluar masuk rumah melangkahkan kakinya demi kepentingan universal, melangkahkan demi menjaga harta dan tahta martabat keluarganya walaupun ujaran kebencian selalu menerpa dari mulut tetangganya.

Perempuan adalah korelasi antara berjuang dan perjuangan. Mengapa demikian, karena hari ini banyak perempuan di cap sebagai orang yang materialistis dan memiliki gaya selebriti dan sosialita. Akan tetapi perempuan hari ini menepis pernyataan yang sedemikian, mereka di posisikan sebagai kasur, sumur, dan dapur, mereka juga ingin membuktikannya, dengan dasar naluri mereka berkata, bahwasanya kami bisa !!!

Hari ini teman-teman pembaca, saya ingin mengajak dan mengatakan kepada kita semua bahwasanya perempuan adalah sekolah pertama. Terciptanya akhlak yang baik dari organisasi terkecil yaitu keluarga. Mereka sering disebut sebagai madrasahtul ula atau sekolah pertama dalam mendidik dan membina moral dan etika baik tersebut. Tantangan milenial dan doktrinasi suatu ajaran harus menjadi fokus dalam perjuangan perempuan mewujudkan kebenaran, kemerdekaan sejati. Mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa, mewujudkan keadilan dan rasa kemanusiaan dalam menyikapi segala perbedaan sebagai kekuatan sekaligus menutup celah perpecahan bangsa.

Lantas apakah kamu masih meremehkan perjuangan mereka ? 
Mereka juga ingin merdeka bukan ? Mereka juga ingin dilepas dari zaman Siti Nurbaya. Dan hari ini buat kaum perempuan yang masih berjuang diluar sana demi memperjuangkan atas kepentingan keummatan. Salam dari saya, teruslah berjuang melawan cemoohan pada diri kalian. Hidup kalian hari ini selangkah lebih baik dari apa yang mereka pikirkan.

Teruslah berjuang melawan penindasan, kebodohan dan penghinaan yang terjadi pada diri kalian. Kami sadar, bahwa kami para lelaki berasal dari kandungan kalian, kami sadar kami sejak dalam kandungan dan sampai lahir menyusahkan dan menyakiti kalian. Namun, kami ingat menyakiti kalian cuma sampai saat ini. Kami banyak belajar dari kalian, dari bahasa, etika, dan keilmuan.

Tetap berjuang, kalian sudah banyak mengukir sejarah dalam peradaban kemerdekaan dan segala bentuk sejarah. Kami sadar, hati kalian mudah tersentuh, mata kalian mudah menangis dan logika kalian mudah merasa. Namun yang lebih buruk dari itu adalah mereka yang ingin membuat semuanya terjadi kesedihan, karena lelaki yang baik adalah mereka yang bisa membuat hati perempuan tenang, nyaman, dan tidak melukai hatinya.

Sekali lagi terimakasih perempuan yang hari ini masih saya anggap sebagai senjata pendobrak dalam sejarah peradaban kehidupan. Perempuan adalah tiang negara, bila kaum perempuannya baik (berahlak karimah) maka negaranya juga baik, dan bila perempuannya rusak (amoral) maka rusaklah negara itu (Sya’ir Arab)”. Terbinanya muslimah berkualitas insan cita adalah misi kita bersama. Kami siap membantu, dari kami tulang rusukmu yang hilang dan kita sedang mencarinya bersama-sama, maka dari itu perbesarlah harapan dengan doa-doa.


"Bagiku kebebasan itu mudah diucapkan, tapi sulit untuk dimengerti" 
-Romaito Hasibuan

1 Response to "Perempuan Dengan Segala Bentuk Perjuangannya"

  1. Terimakasih untuk segala bantuan kalian trhadap kami dalam menegakkan tiang negara , stay care yaa

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel