Semua Bermuara dari "Lopo" (Warung)

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Lopo tak hanya menjadi tempat sebagai minum kopi dan teh saja. Interaksi sosial sering bermula dari lopo. Lumbung inspirasi juga berawal dari lopo, kebiasaan orang dahulu mencari informasi pergi ke lopo atau warung kopi lesehan. Saya menyebutnya lopo sebagai lumbung informasi dan inspirasi masyarakat. Maka tidak heran ketika kita berbicara tentang segala hal, maka lopo bisa menampung nya, bicara politik, permasalahan ekonomi dan kejahatan disekeliling sering dikupas tuntas di lopo atau warung.
Masyarakat awam negara kita melakukan kebiasaannya sebelum dan sesudah berangkat kerja pasti menghabiskan waktu istirahatnya di lopo. Pada jaman dahulu karena tidak adanya televisi untuk melihat dan mencari informasi, masyarakat pergi ke lopo atau warung untuk mencari informasi seputar perkembangan.

Menurut Lukman Hakim Daulay, S.E. Ditengah serangan budaya asing, sudah sewajarnya kita sebagai masyarakat untuk mempertahankan budaya leluhur kita. Apalagi warung kopi dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti buku-buku sejarah, tentang agama dan buku lainnya. Di tengah problem yang sering terciptanya isu hoax di negara ini, peran lopo atau warung sangatlah penting untuk membantu mengatasinya.

Lopo atau warung bukan hanya tempat untuk bermain catur dan bermain kartu saja, banyak pelajaran yang kita ambil dari hadirnya lopo ditengah-tengah kita. Orang-orang terdahulu biasanya memberikan informasi dan bermusyawarah dimulai dari lopo. Menentukan pemimpin dan masa depan daerah pun dimulai dari lopo. Karena banyak orang yang hebat bermula dari lopo-lopo sederhana.

Anggota DPR, DPRD, DPD dan Bupati sekalipun untuk mensosialisasikan dan memberikan visioner-nya dimulai dari lopo.

Lantas seiring berkembangnya zaman, lopo sederhana sudah bergeser maknanya, orang banyak menganggap bahwa lopo tempat yang sederhana dan kurang elit. Banyak milenial hari ini memilih tempat nongkrong yang fasilitasnya yang harus lengkap photobooth yang menarik, kesannya mewah, sudah banyak yang tidak menyadari bahwasanya nongkrong bukan hanya sekedar bacotan saja, namun perlunya ada pembahasan yang bisa bermanfaat.

Ingat apa perkataan sang proklamator kemerdekaan Indonesia yaitu Ir.Soekarno, Aku lebih senang pemuda yang merokok dan minum kopi sambil diskusi tentang bangsa ini, daripada pemuda kutu buku yang hanya memikirkan diri sendiri. Ini harus kita terapkan pada diri kita bahwasanya ngopi bukan perkara tempat saja, namun berbicara apa yang kita dapatkan dan apa yang kita bahas pada dudukan kita.

Tetap percaya bahwasanya lumbung inspirasi rakyat bermula dari lopo kopi, mereka yang hadir dan hari ini duduk di kantor DPRD dan Bupati pernah bermula menyampaikan visi misinya dari warung kopi . Maka lestarikan warung kopi sederhana, tetap yakin bahwasanya tongkrongan bukan berbicara tentang fasilitas lebihnya, namun apa yang kita dapat dan diterima. Ini adalah tulisan untuk mengajak teman semuanya, kalau nongkrong bukan hanya sekedar ngebacot tanpa faedahnya, namun berbicaralah dan duduklah untuk mencari informasi. Sekian dan terimakasih.


"Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama."


8 Responses to "Semua Bermuara dari "Lopo" (Warung)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel