Gadget dan Generasi Millenial Yang Tidak Terpisahkan

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Sebenarnya tulisan ini sudah lama saya ingin sajikan, namun saya masih kurang dalam berbagai referensi. Mungkin dengan ini bisa dijadikan sebagai bahan buat kita semua terkhusus buat saya pribadi. Dilansir dari berbagai data yang saya temui mulai dari survei dilapangan dan hasil penelitian di jurnal ilmiah, saya menghabiskan waktu selama kuliah jarak jauh ( daring ) dengan melihat kebiasaan generasi saat ini yang sangat dikhawatirkan oleh beberapa ahli psikologi. Timbulnya kekhawatiran yang sangat besar jika tidak hidup tanpa gadget dan sebagainya. Setelah saya cari tau informasinya bahwasanya ini disebut dengan Nomophobia (no mobile phone phobia). Menurut hemat saya, nomophobia adalah sebuah rasa khawatir dan cemas ketika hidup tanpa gadget. Kekhawatiran ini sampai sangat berpengaruh dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa studi menunjukkan bahwa jenis fobia ini mulai meluas. Sebuah riset di tahun 2019 menunjukkan, 53 persen orang Inggris yang memiliki ponsel di tahun 2008 merasa cemas ketika tidak sedang memegang ponsel dan baterai habis. Kendati tidak termasuk dalam daftar gangguan mental, tapi nomophobia dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan mental seseorang. Sebagai contoh studi kasus yang berkorelasi dengan nomophobia adalah Phantom Vibration Syndrome merupakan persepsi di mana seseorang merasa ponsel mereka bergetar atau berdering padahal tidak. Sebuah studi menunjukkan penyebab dari fenomena ini adalah karena keterlibatan seseorang dengan ponsel secara berlebihan. Masalah pendeteksian sinyal manusia oleh otak manusia ini dirasakan sebagai pengaruh atribut psikologis.

Perasaan yang berlebih sering kita lakukan, misalnya pada saat chatting-an sudah centang dua namun belum dibaca, sebenarnya itu bukan kamunya yang nomophobia namun kamunya bukan termasuk prioritasnya, maaf becanda hehe.

Saya akan memaparkan seberapa bahayanya Nomophobia ini apabila bisa terus-terusan kita lakukan,  penderita nomophobia cenderung tidak memiliki fokus yang baik, karena ia akan selalu men-cek ponselnya setiap saat dalam keadaan penting atau tidak. Selain itu pernahkah kalian memiliki teman yang dekat didunia Maya namun jauh didunia nyata ? Nah ini adalah salah satunya, memiliki dunia sendiri melupakan orang yang disekitarnya. Bila kita tarik ke garis besar agama, nomophobia ini juga sangat tidak baik, kita menyia-nyiakan waktu kita dan menunda-nunda waktu ibadah, misalnya pada saat main game online berketepatan dengan adzan berkumandang, atau juga pada saat kumpul keluarga kita sibuk tunduk dengan gadget.

Ada nggak sih cara mengatasi nomophobia tersebut ? Ada beberapa langkah yang bisa membuat kamu bisa mencegahnya, nah berikut ini caranya:

1. Gunakan gadget sesuai tempat dan waktunya
Tidak semua tempat dan waktu kamu dapat menggunakan gadget, misalnya pada saat kumpul keluarga, kumpul bersama teman, belajar, beribadah, dan tidur. Karena ini dapat mengganggu produktivitas kamu. Contohnya saja insomnia faktor penyebab terjadinya adalah main gadget sebelum tidur.

2. Hiduplah didunia nyata bukan didunia maya
Karena pengalaman yang terjadi, saya melihat orang banyak lebih asyik didunia maya sampai mengabaikan orang didunia nyata.

3. Gunakan gadget sewajarnya
Nah yang sering terjadi kamu bolak balik mengecek gadget walaupun kadang tidak ada informasi yang kamu dapatkan.

4. Lebih banyak bersosialisasi dikehidupan nyata
Menurut salah satu mahasiswa konseling, Sulaiman Sihombing mengatakan bahwa manfaat mematikan gadget dan lebih bersosialisasi dikehidupan nyata itu sangat baik.

Mungkin itu dapat membantu teman-teman semua yang hari ini sedang merasakan seperti itu. Sebenarnya tidak menutup kemungkinan teman-teman sekalian bisa melakukan hobi sekaligus kreativitas melalui gadget. Memang itu sisi positifnya, namun hari ini banyak orang yang tunduk kepada gadget dengan kegiatan yang tidak jelas menurut saya dan banyak menimbulkan kekhawatiran berlebih. Yang paling penting yang harus kita ketahui adalah gadget bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh. BE WISE TO USE IT. Itu adalah poin yang terpentingnya.

Walaupun hari ini kamu lebih banyak menggunakan gadget dalam aktivitas kuliah dan kerjamu. Namun bijaksanalah dalam menggunakannya, karena jika kamu tidak bisa mengatur aktivitasmu maka kamu akan tergilas oleh waktu. Tetap semangat, lakukan yang terbaik, selain berkomentar manusia bisa mencintai seseorang tanpa sebab dan tanpa alasan. Apalagi rindu, yang tidak punya rumah tapi punya rasa yang tidak bisa dijelaskan.

"Zaman sekarang banyak handphone yang mahal dan canggih. Tapi, alat komunikasi yang paling ampuh tetaplah DOA."

3 Responses to "Gadget dan Generasi Millenial Yang Tidak Terpisahkan"

  1. Luar Biasa pemikirannya adik

    BalasHapus
  2. Beberapa rasa emang harus di simpan ,bukan untuk dikatakan secara langsung, mungkin doa adalah caranya

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel