Kenangan Yang Tergenang

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Mungkin bukan sekarang, mungkin juga bukan esok, tapi percayalah, semua akan menjadi terbiasa saat waktunya tiba. Sakitmu akan hilang, hatimu akan sembuh, dan otak serta pikiranmu akan melupakan setiap kenangan yang sengaja datang meresahkanmu. Manusia itu jangan dipaksakan lupa, memang sifat dasar dari manusia itu pelupa.

Kamu tak perlu risau memikirkannya, ada saatnya semesta akan melupakan segala kenangan itu dan kamu dapat tersenyum sumringah dengan keadaan hidupmu yang baru. Terlalu ambyar sih, namun ini akan saya ceritakan dalam tulisan kali ini. Karena saya ingin membingkai kenangan dengan rapi melalui tulisan. Semua manusia memiliki kenangan baik dan buruk dalam hidupnya. Karena setiap perjalanan lika-liku kehidupan tak pernah terlepas dari cerita suka dan duka, tangis dan tawa, dan ditinggal nikah atau tak jadi wisuda. Karena apa yang kita jalani adalah hari ini, apa yang akan kita lalui adalah masa depan dan apa yang sudah kita lewati adalah masalalu.
Ada yang membekas namun bukan luka, ada yang terasa tapi bukan rasa, yaitu kenangan atau memories dalam hidup. Kenangan bukan hal yang mudah untuk diobati, namun semua bisa saja dilewati. Karena menurut hemat saya, yang kamu rindukan bukan orangnya, namun kebiasaan pada saat bersama orangnya. Sebenarnya inilah yang menjadi poin terpenting mengapa ada kenangan tersebut. Pada saat ini mungkin teman-teman semua sedang menjalani yang namanya pembelajaran daring, banyak story di media sosial mengenai kangen terhadap belajar tatap muka, saya cuma mau bilang, kamu rindu suasananya bukan cara belajarnya.

Kenangan dapat mengakibatkan rindu, kenangan juga akan membuat kita sedih. Namun yang paling terpenting dari kenangan tersebut adalah, bagaimana kamu bisa menghargai waktu. Maka jangan salah ketika kamu melihat senja, tiba-tiba pipi kamu basah, jangan salahkan senja tapi salahkan kenapa ada kenangan bersama senja. Teman-teman sekalian letak tempat kenangan itu tersimpan, dia bersarang di gelap penghujung malam, dia pas berada saat mata ingin dipejamkan.

Percaya atau tidak, pada saat itulah kamu mengingat segala sesuatu tentang kenangan dan berujung kepada kerinduan tanpa pertemuan. Teman-teman, hidup tidak bisa lepas dari yang namanya kenangan. Namun hal yang paling penting kamu pelajari ketika kamu memiliki kenangan baik atau buruk, agar kamu bisa menjalani hari tanpa sedih menjalani hari tanpa kerinduan terhadap kenangan, saya akan kasih tips untuk membantu kalian cepat move-on dari kenangan tersebut.

1. Hadapai kenangan secara wajar
Karena sifat dari kenangan itu seperti jailangkung, datang tak diundang pulang tak diantar, ia sesuka hatinya datang kepada kita, yang paling penting kamu hadapi dengan wajar supaya kamu tidak baper dan sedih.

2. Tersenyum dalam menghadapi kenangan
Tersenyum bukan berarti kamu lemah terhadap kenangan tersebut, namun kamu tersenyum mengambil pelajaran dari setiap kenangan tersebut.

3. Jangan ragu untuk menciptakan sesuatu yang baru
Pernah tau gak kenapa orang belajar jalan suka jatuh dulu baru bisa jalan dengan baik, nah seperti itu juga lah kenangan, kamu bersedih dahulu sebelum kamu tertawa lepas.

4. Seberapa buruknya kenangan pasti akan tetap dikenang
Karena hidup adalah perjalanan yang mengajarkan pelajaran. Suka atau duka, bahagia atau air mata, itu adalah bunga dalam kehidupan.

Rindu itu tidak bisa dibuat-buat, ia tidak bisa diminta untuk datang, apalagi disuruh pulang. Nah itu dia teman-teman, hargai kenangan selagi masih ada, perbaiki kenangan tersebut jika masih bisa untuk diulang, karena melepas bukan pilihan dan menahan juga bukan paksaan. Jangan siksa dirimu dengan kerinduan, rindu hanya kata hati yang bermuara dalam imajinasi. Mana mungkin rindu bisa menghilang tanpa adanya pertemuan. Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun ? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika ia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana menghentikan tetesan air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya. Sekian dan terima ambyar.

"Jika saatnya tiba, sedih akan menjadi tawa, perih akan menjadi cerita, kenangan akan menjadi guru, rindu akan menjadi temu, kau dan aku akan menjadi kita."
-Fiersa besari

9 Responses to "Kenangan Yang Tergenang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel