Membiasakan Diri Untuk Tidak Berharap

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Kecewa bukanlah suatu keinginan yang diharapkan semua orang, jika ditanyak lebih bagus puas terhadap sesuatu yang ada saat ini daripada berharap lebih namun berujung sakit hati. Ada saja disaat dimana keinginanmu terlalu tinggi lalu gagal tercapai dan bertolak belakang dengan ekspektasi yang kamu inginkan. Sesuatu yang sering terjadi dikehidupan kita adalah, memaksakan sesuatu untuk mengikuti apa yang kita inginkan dan apa yang kita katakan, padahal setiap orang memiliki cara berfikirnya sendiri untuk berkembang.
Didalam kehidupan sehari-hari semua manusia memiliki jalan ninjanya masing-masing eh jalan hidup yang dipikirkan masing-masing. Memaksakan sesuatu yang bukan keinginan orang lain akan mengakibatkan kefatalan yang sangat besar dalam hidup. Kamu percaya tidak bahwasanya becak bisa menyebrangi laut ? Orang pasti akan menjawab mana mungkin becak bisa menyebrangi laut. Ketika pengkerdilan pola pikir kita sendiri, bersikeras mengatakan tidak bisa, kapal datang membawanya untuk bisa menyebranginya, benar bukan ?

Kamu tak perlu pengakuan orang lain, yang kamu butuhkan adalah semangat pantang menyerah dan pantang mundur itu tetap terpatri dalam dirimu. Kamu berharap agar kamu digunakan orang lain, ketika mereka tidak menggunakan kamu, yang kamu dapat adalah kekecewaan bukan ?

Kamu mengeluh, ya Allah cobaan apalagi yang datang kepadaku. Ingat perkataan Ali bin Abi Thalib, aku telah merasakan semua kepahitan didunia ini, dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia. Ketika kamu berharap kepada manusia, manusia akan khianat bukan. Maka dengan itu biasakan dirimu sendiri untuk berdiri dikakimu sendiri dan lakukan sesuatu sesuai porsi dan kemampuanmu.

Kamu berharap mendapatkan pasangan yang baik agamanya, santun dalam berkata, dan sopan dalam bertutur sapa, namun kamu sendiri adalah seseorang yang tidak bisa menjaga dari kriteria yang kamu inginkan tersebut. Kamu juga berharap, kamu menanam bibit jagung satu kilo banyaknya, namun kamu berharap hasilnya satu ton, selama masa tumbuh tanaman kamu tidak pernah memperdulikannya dan merawatnya.

Dari sekarang stop berharap lebih, sesuai dengan Mahfudzot yang pernah saya pelajari yang artinya adalah "siapa yang menanam dia akan menuainya ". Kamu berharap kebaikan menerpaimu namun kamu selalu melakukan keburukan dan melukai perasaan orang lain. Maka kita perlu membiasakan diri memberi dari hal kecil, sehingga bisa punya mental memberi tanpa berharap balasan. Ingat segala sesuatu tidak sekarang akan tiba, mungkin saja besok, minggu depan, bulan depan atau mungkin bisa saja tahun depan. Selama menunggu kamu harus berusaha dan berdoa kepada Allah, serahkan dan gantungkan harapanmu kepadanya yang memberikan segala sesuatu terhadap hambanya. Jangan berharap dipuji kalau kamu lebih suka memaki.

Hidup adalah penantian, penantian dimana semua yang pernah kita lakukan akan terungkap dengan secara yang tidak terduga-duga. Kita pernah berpikir 2020 adalah zaman yang akan serba canggih namun tanpa kita sadari yang ada di 2020 adalah, bagaimana kita diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hentikan penyesalan, jangan berharap berlebihan karena hidup terlalu singkat jika untuk dipakai meratap. Kamu punya diri sendiri, kemerdekaan itu terletak ketika kamu bebas berfikir dan bertindak. Lebih baik diasingkan daripada kamu jaim didalam kemunafikan, karena kamu adalah kamu dan kamu adalah diri kamu yang tak mungkin jadi mereka, kecuali dengan tekad dan kemauan dirimu. Kurangin baperan dan perbanyak berperan.

"Lantas hari-hari melesat cepat. Siang beranjak datang dan kita tumbuh menjadi dewasa, besar. Mulai menemui pahit kehidupan. Maka, di salah satu hari itu, kita tiba-tiba tergugu sedih karena kegagalan atau kehilangan. Di salah satu hari berikutnya, kita tertikam sesak, tersungkur terluka, berharap hari segera berlalu. Hari-hari buruk mulai datang. Dan kita tidak pernah tahu kapan dia akan tiba mengetuk pintu. Kemarin kita masih tertawa, untuk besok lusa tergugu menangis. Kemarin kita masih berbahagia dengan banyak hal, untuk besok lusa terjatuh, dipukul telak oleh kehidupan. Hari-hari menyakitkan."

5 Responses to "Membiasakan Diri Untuk Tidak Berharap"

  1. Well It's so deep,mari selflove :) bucin pada diri sendri dan berharap pada penciptanya jangan pada ciptaannya!
    Sukses Truss broo

    BalasHapus
  2. Well It's so deep,mari selflove :) bucin pada diri sendri dan berharap pada penciptanya jangan pada ciptaannya!
    Sukses Truss broo

    BalasHapus
  3. berharaplah kepada Allah bukan pada manusia karna akan mendapatkan kecewa

    BalasHapus
  4. Minimalkan harapan pada manusia
    Agar jauh dari kata kecewa

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel