-->

Menjadi Kuat Saja Tidak Cukup, Memilih Menjadi Berpengaruh Membuat Kita Kuat

Oleh: Nasir Ahmad Khan Saragih
Pernahkah teman-teman mendengar pernyataan tentang "gara-gara nila setitik rusak susu Sebelanga" ? Hubungan ini dinyatakan satu tetes nila bisa mempengaruhi kerusakan pada susu tersebut, benar apa tidak ? Jawabannya adalah benar, logika berfikirnya seperti ini, susu yang banyak sekali pun dapat dirusak dengan nila setitik, kalaulah memang susu itu kuat, pasti dia tidak akan berpengaruh apapun dengan hadirnya nila setitik tersebut. Menurut hemat penulis dari beberapa literatur yang pernah saya baca mengatakan bahwasanya, Lebih terhormat dan bernilai karena kaya dalam pengabdian daripada kaya secara harta. Lebih terhormat karena menjadi orang berpengaruh daripada orang berkuasa. Kenapa kita harus memilih jadi orang berpengaruh ?
Seperti ini teman-teman, menjadi pemimpin yang berpengaruh itu memiliki banyak tahapan dan proses tentunya. Rela karakteristik dimatikan namun akal tidak akan pernah bisa dimatikan, rela melewati tebing yang terjal serta jalan yang licin bebatuan untuk sampai kepada tujuannya menjadi seorang yang berpengaruh. Mereka rela dipuji tak akan terbang dan dihina tak akan tumbang, karena bagi mereka, pujian hanya pantas diberikan kepada Allah SWT. Mereka rela keluar dari zona nyaman, menitih perih yang mereka rasakan, untuk tidak menjadi seorang penjilat. Sedangkan orang berkuasa selalu menempuh dengan jalan pintas dengan jalan sering mengorbankan orang lain. Berbagai bentuk siasat dan jalan yang ditempuh untuk mencapai puncak kekuasaan yang semu dan sesaat.

Pernahkah teman teman mendengarkan pernyataan bahwasanya kesuksesan seseorang ditentukan mindset 80% dan skill 20%. Percaya atau tidak, kamu harus menyakini pernyataan ini. Pernahkah kamu berfikir bahwasanya untuk menjadi pemimpin yang baik, pengusaha dan pejabat sekali pun harus dimulai dari keinginan atau mindset yang gila menurut saya. Alasannya adalah hal-hal yang tidak mungkin dilakukan, bisa saja dilakukan ketika mindset kita sudah bulat. Karena, ketika kita memulai segala sesuatu mindset kita mempengaruhi semangat kerja, pemahaman kita serta menunjukkan kualitas kemampuan seseorang.

Dunia makin hari semakin berkembang, kamu harus memacu diri kamu untuk menjadi yang lebih baik, dan memacu agar diri kamu bisa mengikuti segala sesuatu yang ada. Ketika orang lain mengatakan kamu itu berbeda, kamu harus bersyukur, karena kamu berbeda dari kebanyakan orang yang menganggap kamu berbeda.

Perlu teman-teman ketahui, menjadi berpengaruh itu harus siap untuk dijatuhkan, dihantam dengan cacian dan dibunuh karakter terus menerus. Tapi menurut saya, yang namanya proses tidak ada yang menyenangkan saja, kamu perlu mengeluarkan air mata untuk menghadirkan tawa, kamu perlu kehujanan untuk melihat pelangi indah, dan kamu perlu merasa gelap sebelum kamu dapat cahaya yang meneranginya. Analogi nya seperti ini, jadilah seperti garam yang selalu memberikan rasa yang enak saat memasak, namun ketika tidak ada garam seperti ada sesuatu yang kurang pas. Maksudnya adalah ketika kamu menjadi berpengaruh, segala kegiatan apapun orang akan bertanya dan mencari keberadaanmu, karena tanpa kehadiranmu, segala sesuatu itu menjadi hambar untuk dilaksanakan. Terus bagaimana sih untuk menjadi orang yang berpengaruh:

1. Percaya diri
Karena percaya diri berkorelasi dengan harga diri, karena ketika kamu berada didalam tekanan yang bagaimana pun kamu percaya bahwasanya kamu bisa menyelesaikannya.

2. Sikap pantang menyerah
Beberapa kali dijatuhkan kamu mampu berdiri, beberapa kali kamu dipatahkan kamu dapat tumbuh. Tidak ada kata bosan dalam berjuang walaupun menyakitkan.

3. Kreatif
Menurut literatur yang pernah saya baca, orang yang kreatif adalah orang yang bisa memberikan kejutan yang sangat luar biasa, baik itu ide, solusi dan konsep yang dapat membantu banyak orang.

4. Menjadi berbeda dari mereka yang sama
Maksudnya adalah kamu memiliki ciri khas kamu sendiri dan itu tidak dimiliki orang lain.

5. Jadilah konsisten, rendah hati dan  membangun keberagaman
Merangkul bukan memukul, menasehati bukan memaki, dan mengingatkan bukan menjatuhkan. Kamu harus tetap konsisten dengan tujuan kamu, melakukan yang terbaik dan keluar dari zona orang kebanyakan.

Demikianlah tulisan ini saya sajikan, karena banyak orang yang mengerti tapi tidak paham, tapi pastikan orang yang paham itu adalah orang yang mengerti kamu sebenarnya. Karena rasa tidak untuk di eja apalagi dibaca, rasa itu perlu dilakukan dengan penuh keseriusan dan kesederhanaan. Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, dan sampaikan dengan amal. Menjadi yang berpengaruh adalah tujuan kita bersama.

"Karena hal yang sering dilakukan akan terasa bosan. Ada saatnya kamu ingin mengulang kesibukan yang begitu padat entah karena rindu atau ingin kembali menjadikannya rutinitas."

1 Response to "Menjadi Kuat Saja Tidak Cukup, Memilih Menjadi Berpengaruh Membuat Kita Kuat"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel