Perlunya Ketenangan Pikiran Dalam Kehidupan

Oleh: Ade Naro Harahap
Dalai Lama pernah ditanya, “Apa yang paling diperlukan oleh manusia?” Jawaban dari Dalai Lama singkat tapi mantap: “peace of mind”

Menariknya, di jaman digital ini, konsep peace of mind itu turut berevolusi. Otak kita berevolusi, respond kita ke stress juga semakin rumit. Jaman saya masih anak-anak, lihat laut, bulan purnama, pelangi, dan matahari terbit atau terbenam aja hati sudah senang. Jaman sekarang? Lihat laut dan matahari terbenam udah gak nendang lagi untuk mendapatkan peace of mind. Untuk mendapatkan “feel-good” hormon Dopamine, kita perlu mendapatkan “like” di foto akun Instagram kita hahaha.

Dopamine adalah hormon di tubuh yang berkaitan dengan rasa bahagia dan kesenangan diri. Dopamine bertugas dalam menyampaikan pesan antar sel saraf. Dopamine dijuluki sebagai happy hormones atau hormon kebahagiaan karena mempengaruhi kesenangan yang kita rasakan.
Otak manusia merupakan organ yang terus tumbuh dan berkembang asal terus dipakai. Otak manusia sendiri terdiri dari otak kiri dan otak kanan. Otak kiri berkaitan dengan matematika, angka-angka, logika, bahasa, urutan-urutan, linier penilaian, dan hal lain yang berkaitan dengan logika. Otak kanan berkaitan dengan imajinasi, kreatifitas, musik, seni, dan hal-hal yang berkaitan dengan keindahan. Menurut para ahli, otak manusia rata-rata hanya digunakan sekitar 4-5% saja dan pada orang jenius hanya mampu digunakan sebesar 5-6% saja. Kita dapat meningkatkan daya kinerja otak dengan latihan khusus. Keseimbangan kerja dari otak kiri dan otak kanan akan menambah efektifitas dari kerja otak.

Otak juga terdiri atas zona sadar dan bawah sadar. Zona sadar kira-kira terdiri dari 12% sedangkan zona bawah sadar lebih dominan, yakni terdiri dari 88%. Pikiran bawah sadar sangat luas dan memiliki kekuatan yang besar. Antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar dibatasi oleh sistem aktivasi retikular yang fungsinya sebagai filter yang akan melindungi seseorang dari informasi yang tak perlu dan berlebihan agar ia tetap waras. Pikiran bawah sadar menentukan citra diri seseorang. Untuk membentuk citra yang positif, seseorang perlu memikirkan hal positif dan mengatakannya pada diri sendiri hingga pikiran tersebut masuk ke bawah sadar dan akhirnya mengambil alih dan membentuk citra diri seseorang.

Dalam otak juga terdapat sistem limbik yang berfungsi mengontrol emosi, seksualitas, dan kesenangan. Emosi merupakan kunci dalam belajar sebab emosi berpengaruh terhadap memori. Ketika emosi kita positif, pikiran sadar kita membimbing pikiran bawah sadar untuk menerima informasi dan menyimpannya di otak, sehingga dapat diingat dengan mudah.

Menciptakan kedamaian dalam diri merupakan salah satu cara untuk membuat diri manusia berkembang secara optimal karena terlepas dari stress. Stress merupakan faktor penghambat kerja pikiran. Tempat kedamaian adalah tempat imajiner atau khayalan yang digunakan untuk merileksasikan pikiran. Ada beberapa langkah yang dapat digunakan untuk pergi ke tempat kedamaian. Pertama dengan mengambil posisi nyaman, lalu bernapas yang dalam dan menutup mata. Gunakan semua indera dan kita sendiri yang memegang kendali kemudian buatlah hanya 1 tempat kedamaian. Relaksasi dapat dilakukan saat mandi, di meja kerja, saat menunggu, di depan komputer, dan lainnya.

Penetapan tujuan atau goal setting membuat diri kita bisa memfokuskan energi ke arah tujuan kita tersebut. Tujuan juga perlu dibuat dalam beberapa prioritas pencapaian hidup. Karena pikiran bawah sadar tidak dapat membedakan kenyataan dengan imajinasi, maka setelah menetapkan tujuan kita saat kita sudah merumuskan tujuan secara jelas dan nyata maka kita juga bisa memvisualisasikan seolah-olah kita telah mencapainya. Kita merasakan bagaimana perasaan keberhasilan itu mendatangkan kebahagiaan. Hal ini akan membuat kita lebih optimis dan percaya diri.

"Semakin sulit jalan menuju suatu tempat, sesungguhnya akan ada suatu kepuasan saat titik akhir perjalanan itu tercapai."

4 Responses to "Perlunya Ketenangan Pikiran Dalam Kehidupan"

  1. Jadi, benar ya kalau otak manusia hanya digunakan 4-5%nya saja? Soalnya pernah baca, katanya hal tersebut kurang tepat sebab pada kenyataannya otak kita berfungsi seluruhnya. Aku jadi cari tahu soal otak ini setelah nonton film Lucy, perempuan yang menggunakan 100% kemampuan otaknya dan jadi manusia super (fiksi kok hehe).

    BalasHapus
  2. Kalau g sampai titik akhir, gimana..
    ����

    BalasHapus
  3. Ketenangan pikiran itu datang dari kita sendiri. Kalau dari paham stoisisme, sesuatu yang diluar kendali kita tu ga perlu dipusingin. heheh

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel