Bukan Untuk Hadir di Masa Lalu Namun Memberi Warna Baru Untuk Masa Depan

Beberapa pelajaran terpenting didalam hidup ini mengajarkan tentang bagaimana merawat yang sedang tumbuh, menjaga yang sudah ada, dan bersyukur dengan apa yang ada dalam genggaman. Karena kalau sudah berubah, sesuatu tidak akan bisa kembali seperti semula. Lagi-lagi beberapa orang pernah menjadi guru dan beberapa tempat menjadi sekolah dan beberapa luka pasti akan bahagia.
Sesuatu yang tidak enak itu mari kita sebut dengan kenangan. Beberapa yang kita inginkan dan menjadi sesuatu harapan mari kita sebut dengan tujuan. Beberapa dari kita hadir dalam diri untuk memberi tangis dan luka, ada juga yang datang menghapuskan kesedihan lalu menjanjikan kebahagiaan di masa depan. Namun banyak dari kita juga harus terjebak dalam lubang yang sama, yaitu nostalgia.

Namun ketika semua sama, kita ingin hadir dengan cara yang berbeda, dengan memberikan kenyamanan tanpa melukai perasaan yang lain. Memberikan cinta dan sayang tanpa ada diri yang terkena radiasi kecemburuan. Pergejolakan dimasa lalu menawarkan trauma besar dimasa depan. Kita enggan melangkah padahal hanya sebatas untuk melakukan kegiatan yang kiranya dapat melupakan segala kenangan yang menyakitkan itu.

Kejadian dimasa lalu membuat sebagian hati yang pernah terbuka harus terpenjara oleh rasa kecewa. Serta banyak yang enggan melangkah karena akan berfikir semua pasti akan tetap begitu saja, datang beri perhatian, sudah nyaman terus meninggalkan. Skenario pengecut didalam cinta yah seperti itu, dia yang membangkitkan cinta namun menjatuhkan adalah sifat dari penjajah didalam rasa. Sehingga trauma yang tiada tara harus ada dan berlipat ganda.

Pada satu sisi, kalian akan menjadi orang yang pasrah dengan harapan, jika datang yah silahkan, jika ingin pergi yah silahkan. Layaknya rumah dengan pintu dan jendela yang terbuka. Namun disatu sisi ada sepucuk harapan yang kalian dan saya inginkan adalah ketika di suatu hari, akan ada yang benar-benar hadir untuk menghapus segala sedih dimasa lalu dan memberi warna untuk masa depan. Dia yang kita harapkan, dia yang tidak berpura-pura memasang topeng mengatasnamakan cinta. Tetapi dia yang datang menghantarkan kepastian.

Banyak orang percaya dengan doa yang baik-baik untuk sebuah pengharapan yang baik. Namun menurut saya, kita memang tidak bisa memilih dimana hati dijatuhkan. Tetapi kita bisa memilih untuk tetap tinggal atau meninggalkan. Karena terakhir kita akan sadar bahwasanya kita bahkan merasa bertanggung jawab atas sedihnya orang lain. Tapi kadang merasa kalau sedihnya kita cukup kita saja yang merasakan. Orang lain tidak perlu tahu tentang apa kesulitan yang kita hadapi dan rasa sakit apa yang sedang kita terima. Tetap kuat orang-orang hebat. Semoga tetap tumbuh didalam hal hal yang baik. Semoga dari semua ini kita mendapatkan hikmahnya dan ceritanya.

"Pura-pura tidak peduli, padahal selalu khawatir jika dia pergi. Pura-pura sekadar teman biasa, padahal hati senantiasa ingin bersama dia."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

1 Response to "Bukan Untuk Hadir di Masa Lalu Namun Memberi Warna Baru Untuk Masa Depan"

  1. Kita memang tak pernah tahu pada siapa hati ini dilabuhkan.
    Tapi kalau nanti pilihan hati sudah dijatuhkan hingga sulit memutuskan seolah pergi enggan namun bertahan menyakitkan,, harus bagaimana?

    Kebanyakan orang begitu hehe
    Duh sotoy ya aqu,, maaf keun.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel