Jika Aku Salah Kamu Boleh Marah Tapi Tolong Jangan Pergi

Beberapa marah harus berujung luka, namun beberapa salah mengapa harus berujung pergi kalau memperbaiki adalah bukti kita pernah ada disana, didalam rasa yang katanya sayang namun ketika di hantam badai kehidupan kamu langsung lelah dan meninggalkan. Pernahkah kamu mengetahui ketika kuku dan rambut jika panjang, yang dipotong adalah kuku dan rambut bukan jari dan kepala ? Pernahkah kamu berfikir juga ketika ada masalah bukan hubungannya yang diselesaikan namun masalahnya.

Memang benar banyak yang suka menjelma mengatasnamakan cinta, namun malah memberikan sesuatu yang tidak bisa hilang untuk dilupakan secepat itu. Dia adalah kenangan. Kenapa sih memilih diam lalu pergi adalah jalan ? Kenapa tidak berbicara baik-baik kasih penjelasan ? Datang dengan salam dan biasakan juga pergi dengan cara pamitan. Beberapa hari menolak luka dan beberapa pikiran menolak lupa, dan beberapa orang yang pernah luka memiliki trauma untuk jatuh cinta.
Jadi kapan kamu ingin mendapatkan predikat sabar dan pengertian jika kamu masih suka pergi diam-diam ? Bukankah semua orang pernah berbuat salah ? Bukankah hakikat manusia itu adalah yang tidak luput dari salah ? Atau memang rasa kita yang salah ? Atau kamu memang yang menjelma jadi jadian untuk aku yang berharap berlebihan ? Lantas sampai kapan kita harus melihat banyak yang menangisi kepergian tanpa penjelasan ? Apakah tidak cukup untuk kesadaran kita yang konon katanya memperbaiki adalah pilihan yang benar-benar baik.

Kenapa masih ada ego yang menyiksa, ketika pergi jadi pilihan kita berujung harus meratapi banyak pengelasan ? Apakah kata maaf adalah perkataan yang sudah hilang dalam kosakata bahasamu ? Atau memang benar kamu datang hanya untuk menjelma menjadi orang yang memang ujungnya menyiksa dengan secara terang-terangan dan perlahan.

Teman-teman pembaca sekalian, kalian pasti pernah mengalami hal seperti ini. Dikala jauh merasakan kerinduan, berujung dari kesalahpahaman lantas dia pergi meninggalkan. Atau mungkin kalian tipe yang berantem-diaman-lalu baikan ?

Pesanku kepadamu yang pernah merasakan luka yang sangat luar biasa, dan paniknya tanpa kabar melebihi paniknya terhadap wabah covid-19. Salam hangat dariku penulis yang telah menemukan jati diri yang bernama KUAT dalam menghadapi bahagia yang berujung luka. Ingat jangan pernah menggunakan kedua mata yang indah untuk melihat kesalahan pada diri orang lain, cobalah gunakan untuk melihat diri sendiri. Mungkin itu lebih baik dari kata kata perpisahan dan pergi. Karena bagiku yang hebat belum tentu kuat, yang tertawa belum tentu bahagia, yang nyaman belum tentu diberi keamanan, dan yang bertahan pasti sering berkorban berujung ditinggalkan. Begitulah semesta bercerita.

"Kamu menawarkanku tentang rencana masa depan. Kamu juga yang menghancurkan ruang-ruang harap yang kulukis dengan perasaan. Baru ingat, kan katanya kamu sayang, cuman katanya aja, bukan buktinya."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

0 Response to "Jika Aku Salah Kamu Boleh Marah Tapi Tolong Jangan Pergi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel