Menolak Untuk Tua Karena Menjadi Kekanak-kanakan Lebih Indah

Orang dikatakan dewasa bukan dilihat dari umurnya, pekerjaannya dan jabatannya. Namun menurut saya pribadi sifat kedewasaan itu adalah mereka yang dapat mengelola waktu dengan baik, menyeimbangkan kehidupan pribadi, dan kewajiban untuk bekerja serta peduli terhadap lingkungan sosial. Ketika kita sekolah, tanda tamat dan kita pernah sekolah adalah ijazah sebagai legalitas yang dibawa, namun untuk dewasa tidak ada sertifikat apalagi jaminan seseorang dikatakan dewasa.

Menjadi tua adalah sesuatu yang pasti, namun menjadi dewasa belum tentu bisa dimiliki semua orang. Pernahkah kalian mendengar sindrom Peter Pan ? Melansir laman halodoc, sindrom Peter Pan adalah sikap orang dewasa yang secara psikologis, sosial, dan seksual tidak menunjukkan kematangan. Mereka tidak bersikap sesuai dengan usianya, yakni cenderung tidak mandiri dan sangat kekanak-kanakan, sama seperti tokoh Peter Pan yang ada dalam cerita fiksi. Hal ini bisa disebabkan oleh pola asuh orangtua yang terlalu protektis, cara pandang yang salah terhadap diri sendiri dan lingkungan, serta tidak siap untuk memikul tanggung jawab. Mereka cenderung berperilaku seperti anak kecil, remaja, atau orang yang lebih muda dari usianya.
Selain itu, selalu bergantung pada orang lain, tidak mampu mempertahankan hubungan jangka panjang yang stabil, serta kurang bertanggung jawab dalam pekerjaan. Umumnya, pengidap sindrom ini juga sulit introspeksi diri. Kebayang gak sih, ketika kalian melihat orang disekeliling kalian yang normal sudah berumur tua namun kondisi tingkah lakunya seperti anak anak. Teman-teman apakah kalian termasuk orang yang terkena sindrom Peter Pan ? Pahami gejalanya sebagai berikut:
1. Cenderung berperilaku seperti anak kecil, padahal umur sudah tua.
2. Selalu bergantung pada orang lain dan menyusahkan orang lain.
3. Kalau punya hubungan tidak bisa mempertahankannya lebih baik, pasti ada aja jalan untuk pisah.
4. Biasanya apabila diberi amanah bekerja, kurang rasa tanggung jawab dan rasa memiliki.
5. Egois, tidak mau mengakui kesalahannya dan tidak mau menerima kekurangannya.

Apakah kalian termasuk orang yang seperti diatas atau ada orang disekeliling kalian yang seperti itu ?  Jika seperti itu maka lakukanlah meditasi pendekatan secara intens untuk memperbaiki psikologis berfikirnya, karena ini akan menyebabkan banyak masalah didalamnya. Sebenarnya kejadian yang seperti ini sering kita lihat, oleh karena itu hidup itu bukan tentang siapa yang duluan lahir. Namun tentang siapa dia yang mau belajar dan berbenah diri. Jadi pesan saya pribadi untuk kita semua, selagi masih ada waktu muda jangan tunggu waktu tua tiba untuk memperbaiki diri. Karena ini akan berakibat fatal buat dirimu dan orang lain disekelilingmu. Kalau tidak bisa menua secara umur setidaknya secara sifat, kalau kamu tidak keberatan yaudah kita menua bersama, saling mengisi dan memperbaiki satu sama lain.

"Beranjak tua itu pasti, tetapi menjadi dewasa, bijaksana, dan berprestasi itu pilihan."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

0 Response to "Menolak Untuk Tua Karena Menjadi Kekanak-kanakan Lebih Indah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel