Prestasi Di Ramadhan Diimplementasikan Di Hari Lebaran

Ramadhan adalah bulan yang penuh maghfirah dan kelimpahan atas Rahmat yang diberikan Allah SWT. Tak terasa Ramadhan berlalu begitu cepat, banyak penyesalan yang pastinya keluar dari dalam mulut dikarenakan tidak optimalnya dalam mengejar dihari-hari saat bulan ramadhan. Perihal pandemik, sibuk dengan BLT dan baju hari raya mungkin itu adalah hal yang sekarang banyak kita pikirkan, sampai-sampai kita lupa terhadap akhirat sebagai kepastian. Momentum Idul Fitri bukan hanya sebagai formalitas bagi kita, karena prihal Idul Fitri adalah perihal kemenangan kita bersama.

Biasanya selain memikirkan memasak lemang, lontong, dan ketupat. Halal bihalal adalah rutinitas yang kita lakukan di hari yang Fitri, dengan semangat dan kerendahan hati dan bertujuan agar lebih mengikhlaskan satu sama lain sering kita lakukan. Manusia tidak pernah lepas dari yang namanya kesalahan, maka ucapan maaf adalah sebagai pilihan yang kita lakukan. Hal yang mendasar yang perlu diketahui bahwa orang yang berani meminta maaf dengan tulus hanyalah orang yang berjiwa besar lagi pikirannya jernih, dan juga hatinya bersih. Lantas, apa orang seperti ini dirinya kecil, sungguh orang seperti ini adalah orang yang berjiwa besar. Begitu juga orang yang memaafkan.
Orang yang memaafkan bukan berarti kalah, justru orang yang memaafkan adalah orang yang menjemput kemenangan. Karena saling memaafkan adalah kemenangan bersama, bukan kemenangan sepihak. Maaf - memaafkan bukanlah seperti sebuah kompetisi, atau sebut saja Capres. Dimana yang menang tidak boleh sombong, dan yang kalah harus bisa menerima. Bukan seperti itu! Maaf - memaafkan adalah kompetisi yang jika dapat dilaksanakan menjadi kemenangan bersama, jika tidak dilaksanakan menjadi kekalahan bersama. Maqam Tertinggi Pada Peristiwa Maaf - Memaafkan Dalam persoalan maaf - memaafkan, ketika kita mampu mengucapkan kata maaf, maka kita telah melakukan kebaikan, tapi sifat kebaikan tersebut adalah sifat yang biasa -biasa saja. Begitu juga dengan orang yang memafkan ketika dia menerima kata maaf. Maqam tertinggi seseorang dapat dirasakan, ketika dia dapat memafkan sebelum seseorang meminta maaf, atau bahkan ketika seseorang melakukan kesalahan dia telah mengikhlaskan, dan memafkan kesalahan tersebut.

Semoga kata maaf adalah kata yang bukan hanya sekedar didalam ucapan namun kita lakukan dalam tindakan. Tak ada kata seindah doa dan tak harap sebaik permohonan maaf. Kami dari blog psikologer.com bila mana ada tulisan yang tidak baik dan kurang berkesan. Kami mohon maaf, karena selain perhatian dan kasih sayang, kami juga ingin untuk dimaafkan. Selamat berlebaran dan selamat buat yang lamaran dan selamat buat kita yang masih terjebak didalam nostalgia.

"Di hari yang Fitri, aku berharap semoga ibumu dan ibuku secepatnya menjadi ibu kita."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

0 Response to "Prestasi Di Ramadhan Diimplementasikan Di Hari Lebaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel