Stop Bullying ! Indonesia Terlalu Sempit Jika Kekurangan Dijadikan Bahan Candaan

Akhir-akhir ini fenomena bullying ini makin merebak besar dilingkungan kita, boleh kita lihat di berbagai media sosial perilaku bullying sudah menjamur di belahan Nusantara ini. Bullying bisa saja dilakukan dengan berbagai tindakan, mungkin dengan cacian, makian, hinaan, panggilan yang buruk, dan perilaku kasar.

Perlu kita ketahui bila mana ini terus menerus berlanjut dapat membahayakan gangguan psikis korban bullying. Kondisi psikis yang terganggu ini akan mengakibatkan suatu trauma yang sangat besar, sehingga pola pikir korban tak baik seperti biasanya. Sudah berapa juta kasus yang kita hadapi tentang yang demikian, sudah berapa banyak korban yang sudah terganggu pola pikirnya, apakah ini akan kita biarkan terus menerus ?
Bullying adalah kejahatan yang nyata dan seringkali terjadi dilingkungan kita, sekolah biasanya adalah salah satu tempat lebih sering terjadinya bullying tersebut. Akhir-akhir ini beredar video tentang adik penjual gorengan Jalangkote yang harus diganggu oleh beberapa temannya, dijatuhkan, dilecehkan, dan dibuat tak karuan oleh beberapa temannya.

Bercanda kalau menurut saya adalah hal yang biasa, namun didalam bercanda ada batasannya, tidak semuanya yang kita anggap baik untuk dilakukan, baik juga dirasakan orang lain. Saya hanya ingin bilang "think before do ", kunci utamanya adalah berfikir sebelum melakukan. Dengan tulisan ini saya mengajak teman-teman pembaca semuanya untuk kampanyekan stop bullying minimal dilingkungan kita sendiri dan khususnya pada keluarga kita.

Pesan yang ingin saya sampaikan adalah Indonesia merdeka diperjuangkan oleh banyak warna kulit dan jenis rambut. Bukan hanya kulit putih dan rambut lurus saja, ada yang berkulit gelap dan rambut ikal pastinya. Bila mana ini terus kita biarkan, maka akan bertambahlah kejahatan yang demikian rupa. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan dan keluargamu. Semua orang menginginkan lahir dengan keadaan yang sempurna mungkin dan dengan keadaan keluarga yang sebaik mungkin dengan harta yang berkecukupan serta hidup dalam kemewahan. Namun apalah daya, Allah SWT tidak mengajarkan kita untuk mengeluh, melainkan bagaimana kita bersyukur untuk menutupi segala kekurangan yang ada dalam diri kita.

Bullying bukan sebuah permainan apalagi untuk membuat konten, ingat ada jiwa yang perlu rasa manusia. Semoga kita semua tersadar bahwa bullying bukan tradisi kita, bercanda boleh saja namun etika lebih diutamakan. Mulai sekarang mari katakan Indonesia stop bullying ! Ini bukan perihal dapat keuntungan, namun ini perihal kecintaan terhadap negeri ini, rakyatnya, dan salah satu wanita dinegara ini.

"Pada saat mengalami luka batin, emosional terus, saya lawan dengan bentuk kemarahan. Tapi kemarahan, kecewa, rasa terhina itu saya ubah menjadi energi untuk saya buktikan bahwa saya tidak seperti yang mereka bayangkan."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

1 Response to "Stop Bullying ! Indonesia Terlalu Sempit Jika Kekurangan Dijadikan Bahan Candaan"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel