Terasa Hampa dan Rapuh (THR)

Tak ada satu orang pun yang bisa mengetahui bagaimana baik dan buruknya kehidupan ini. Sebagai orang yang percaya dengan takdir dan berusaha dengan sekuat tenaga semua orang menginginkan hidup yang jauh lebih baik. Mungkin diantara kita pernah merasakan bagaimana posisi lelah sekali tapi gak ngelakuin apa-apa. Merasakan gak enak hati namun gak tau penyebabnya . Atau pernah berharap kiranya semua akan berjalan sesuai rencana yang diinginkan namun ekspektasi berputar haluan dari yang diharapkan. Kita selalu menuntut lebih namun yang datang hanyalah harapan. Kita berharap hidup kita seperti orang lain yang baru berusaha langsung tercapai.

Cobaan hidup tidak pernah menghampiri diri kita sendiri saja, semua orang pernah diposisi dimana merasa down, lemah, rapuh, dan putus asa dengan segala sesuatu yang terjadi didalam kehidupan ini. Dan banyak tragedi yang membuat nyawa melayang begitu saja dikarenakan posisi yang tidak karuan.
Terasa hampa dan rapuh adalah tulisan bertajuk semangat buat teman-teman semua yang hari ini masih tetap menebarkan senyuman indahnya kepada dunia ini, walaupun hati terasa seperti di iris-iris secara perlahan menahankan apa yang seharusnya tidak dirasakan. Pandemik covid-19 ini membuat para teman-teman kita yang berada di tanah rantau harus mengurungkan niatnya untuk dapat berkumpul seperti biasanya.

Biasanya bisa sahur bareng, buka puasa bersama dan lebaran kumpul bersama keluarga adalah kenikmatan yang paling luar biasa. Ketika dimana momentum yang demikian harus berkumpul bersama keluarga ditunda untuk sementara. Teman-teman sekalian yang masih berasa ditanah rantau, penulis hanya ingin mengatakan kalian adalah orang yang luar biasa hebatnya, kalian tidak sendirian, banyak teman yang lain yang tidak bisa pulang hanya dikarenakan untuk memikirkan nasib orang disekitarnya. Jauh daripada itu kalian lebih dewasa dan tegar, untuk memutuskan mata rantai penularan kalian rela menanggung rindu yang sudah tidak karuan kepada keluarga dan teman-teman sekolah.

Hati boleh hampa dan rapuh, namun kecintaan terhadap orang yang kita sayang perlu kita mundur satu langkah dibelakang ego. Untuk maju beberapa langkah demi kepentingan bersama. Badai pasti berlalu dan rindu pasti bertemu. Dari balik ini semua ada banyak pelajaran terpenting yang dapat kita ambil mestinya. Dunia tak muda lagi usianya namun persiapan menuju kehidupan yang abadi jarang sekali kita pikirkan. Jangan bersedih, kami bersama kalian. Tetap sehat selalu para perantau, kalian luar biasa.

"Ikhlas menerima kesalahan, dan belajar dari setiap kesalahan, karena itu yang akan menjadikanmu kuat dalam menjalani kehidupan."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

0 Response to "Terasa Hampa dan Rapuh (THR)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel