Dewasa Dengan Luka, Menua Punya Cerita

Entah menemukan dan ditemukan, jodoh tak pernah salah arah apalagi salah berlabuh. Karena semua orang pasti memiliki jam, tapi tidak semua orang memiliki waktunya. Kata orang hal terindah dalam hidup ini adalah mensyukuri hal-hal kecil, baik itu luka, suka, dan duka harus bersyukur dalam setiap keadaan. Karena kita tidak pernah tau kapan kita akan bahagia, semesta akan menjawabnya. Seperti muda berkelana tua bercerita adalah hal yang harus banyak disyukuri dalam hidup. Menjadi orang yang memiliki pemikiran dewasa adalah keinginan semua orang, namun tidak semua orang bisa menjadi dewasa walaupun umur sudah mulai menua. Dewasa bukan perihal tentang siapa yang duluan lahir, namun tentang siapa yang bisa memahami, mengerti keadaan, dan bangkit dari berbagai keterpurukan.
Perihal luka tak pernah ada habisnya, sama seperti dengan dia yang datang menghadirkan tawa, memberi rasa nyaman, lalu pergi untuk meninggalkan, ada yang demikian ? Ia adalah sipengecut didalam rasa, sudah jelas manusia punya rasa, kenapa harus menyamar menjadi ular berkepala dua untuk membuat luka. Terus menerus seperti itu, tak selamanya menjadi mulus. Kelak yang suka bermain kata didalam lidah atau suka bermain rasa didalam ikatan cinta akan datang kepadanya luka yang tiada henti serta jiwa yang akan terpuruk layaknya patah terbelah dua, tertimpa oleh bening penyesalan dan merasakan segala semua kesalahan.

Bagi setiap orang, belajar dari beberapa luka adalah kebahagiaan. Ada juga yang bersyukur sudah selamat dari luka yang perlahan namun terus-terusan. Ingat disayang bukan dikekang, dijaga bukan dibuat luka.

Memilih jalan, melewati segala duri yang menusuk tembus hingga menyentuh garis khatulistiwa nestapa cinta, tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan. Harus ada jiwa yang dikorbankan, harus melawan logika yang tak karuan, dan harus berbohong kepada hati yang masih terngiang-ngiang.

Terimakasih luka, denganmu diriku pernah bahagia, denganmu diriku pernah merasakan hangatnya pelukan senja. Walaupun hanya sekedar singgah dan denganmu juga diriku pernah bingung tak karuan, hilang arah dan jatuh didasar sakit yang sesakitnya, yang tak pernah terpikirkan bahwasanya cinta itu juga berbicara tentang luka.

Dengan mu diriku dewasa, denganmu diriku berubah dan denganmu diriku berhak untuk bahagia. Terimakasih untuk berpura-puranya, seharusnya menjadi pemain sinetron didalam drama kamu lah bintangnya, bukan denganku yang masih polos hatinya. Engkau cabik-cabik dengan janji-janji buat bersama.

Hentikan penyesalan, balas dengan senyuman, menjadi dewasa dan menua punya cerita adalah sedikit bahagia. Memang benar segala sesuatu harus dijadikan biasa saja sebelum semua menjadi kebiasaan semaunya. Karena rasa bukan seperti kompetisi yang cepat akan menang, namun yang datang terakhir juga banyak yang berujung kepesta pernikahan, walaupun hanya sekedar menjadi tamu undangan.

"Kadang yang terlewatkan, nantinya itu yang dirindukan."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

2 Responses to "Dewasa Dengan Luka, Menua Punya Cerita"

  1. Luar biasa setiap rangkaian katanya...
    Semangat terus buat setiap author. Di tunggu tulisan selanjutnya.

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel