Kepala Desa Yang Kupilih, Kepala Desa Kuturunkan

Pernyataan itu mewakili dari berbagai kejadian baru-baru ini akibat pembagian BLT yang dilangsungkan diseluruh Indonesia. BLT yang diharapkan menjadi solusi bagi sebagian masyarakat yang terdampak covid-19 menimbulkan masalah baru ditengah masyarakat.

Harusnya BLT meringankan situasi bukan memperberat situasi akibat dugaan pembagian tidak tetap sasaran maka terjadi penolakan yang ujung-ujungnya tindakan supaya kepala desa diturunkan dari jabatannya.
Alhasil tindakan pemblokiran jalanpun dilakukan sebagai usaha untuk menurunkan pemangku kekuasaan yang dianggap tidak memiliki keberpihakan. Saya berpikir tindakan seperti ini jangan sampai dianggap sebagai solusi absolute yang bisa menimbulkan kondisi yang semakin semrawut.

Jika kondisi dianggap solusi apa gunanya ada diskusi, jika pemblokiran jalan dianggap solusi apakah kerugian orang yang menggunakan jalan tidak menjadi pertimbangan. Berapa banyak BLT yang dibagikan setimpakah dengan kerugian ekonomi yang ditimbulkan.

Berbagai pertimbangan harusnya menjadi pilihan sehingga tidak mudah terprovokasi akan keinginan oknum yang ingin memecahkan persatuan kalian yang sudah memilih kepala desa dan sekarang hendak kalian jatuhkan.

Mari kita bersama mencari solusi untuk kebersamaan dan kemajuan yang kita impikan, jika ada kesalahan harus dingitkan dengan cara yang elegan sebagai tanda kita orang yang memiliki keimanan dan rasa kemanusiaan.

Benarkah pemblokiran jalan yang dilakukan sebagai tindakan perlawanan terhadap penguasa yang sewenang-wenang atau ini hanya ketidakpuasan terhadap orang-orang tertentu saja yang menginginkan akan pergantian kekuasaan.

Author: Dr.(c). Mhd Latip Kahpi M.kom

0 Response to "Kepala Desa Yang Kupilih, Kepala Desa Kuturunkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel