Mengenal Indie Dari Tulisan, Bukan Hanya Sekedar Ikut-ikutan

Beberapa tahun belakangan ini kita sering mendengar kata indie, viral dengan seni musiknya yang sangat nyentrik dan menarik untuk didengar. Beberapa kalangan sangat menyukainya, terutama pada kawula muda saat ini. Mendengar kata indie tak pernah terlepas dari musik, kopi, dan senja. Namun ketika kita mengetahui asal muasal indie pasti kita akan paham, apa sih yang dimaksud dengan musik indie dan anak indie itu ?
Merujuk kepada beberapa literasi dari jurnal yang penulis baca tentang generasi saat ini, pengertian indie adalah diambil dari bahasa Inggris yaitu independent lalu disingkat menjadi indie. Bila kita terjemahkan dari arti katanya berarti independent sama dengan "bebas, merdeka, dan mandiri". Pada hakikatnya indie ini sangat terkenal pada dunia musik atau seni musik.

Sebenarnya hal yang perlu kita garis bawahi adalah kenapa ia dikatakan indie karena dalam dunia musik indie ada namanya "do it your self approach" artinya menurut penulis adalah melakukan rekaman dan publishing secara mandiri. Biasanya, dalam pemasaran musik-musiknya mereka secara mandiri tanpa bantuan dapur rekaman lain atau korporat, mulai dari teman setongkrongan, teman kampus sampai kerabat keluarga.

Dapat kita katakan kenapa dikatakan musik indie, karena mereka memang menanamkan sifat, berjuang mandiri tanpa ada perusahaan yang mensponsorinya. Mereka ingin karya mereka dikenal seperti dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka juga.

Bila kita tarik pada benang sejarah, musik indie hadir di Indonesia sudah mulai pada era 80-an namun tidak begitu terkenal setelah hadirnya beberapa musik rock dan sebagainya. Perlu kita garis bawahi adalah indie bukanlah sebuah genre (aliran) melainkan bagaimana cara mereka merekam dan mempublish dengan mandirinya. Namun banyak diantara kita salah persepsi dalam menyikapi itu semua. Diantara kita banyak orang yang sok tau namun tidak ingin cari tau kebenarannya atau sering kita sebut dengan cek and ricek.
Satu hal yang perlu kita ambil adalah, indie berkembang dan menjamur di Indonesia menjadi jawaban dan pukulan terbesar kepada kita. Bahwasanya perjuangan yang kita lakukan akan membuahkan hasil terbaiknya. Yang paling mendasar dalam indie adalah saya merujuk kepada kata mas Pramoedya Ananta Toer "berbahagialah dia yang makan dari keringatnya sendiri bersuka karena usahanya sendiri dan maju karena pengalamannya sendiri".

Menurut kalian terserah mengenai indie, baik itu senja, kopi, sebats, dan apalah itu. Tapi bagi beberapa orang termasuk apa yang dikatakan mas Fiersa Besari dan penulis sepakat adalah, indie sebuah pelajaran, bahwasanya yang berjuanglah yang akan menang dan yang seriuslah yang akan dapat balasan paling tulus. Karena semangat juang yang mereka tanamkan dalam mewarnai negeri ini sudah jauh lebih baik daripada cocotan netizen yang suka nge-judge tapi tidak ada kontribusinya sama sekali. Siapa yang lebih baik diantaranya ? Mereka yang berusaha memberikan warna atau kamu yang suka membuat luka ? Jawabannya, tanya hati kecilmu masing-masing.

"Tentang mimpi setelah dirangkumkan, atau masa depan yang kian menggelikan." 
- Kata ayah

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

0 Response to "Mengenal Indie Dari Tulisan, Bukan Hanya Sekedar Ikut-ikutan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel