Terjebak Dalam Zona Nyaman

Pernahkah disatu titik kamu mengharapkan sesuatu hal yang kamu anggap akan terwujud dalam bentuk hal yang baik dalam hidupmu, namun yang terjadi hanyalah ekspektasi belaka. Pernah kah mendengar pernyataan "jangan terlalu berharap banyak kepada orang", namun menurut hemat saya, berharap boleh saja, namun jangan terlalu berlebih-lebihan. Apalagi hal yang berhubungan dengan perasaan.
Disatu titik ketika cinta sudah menjadi problem bagi diri sendiri, maka berharap lebih sering kali dilakukan hingga sakit hati menjadi permasalahan. Teman-teman pembaca, dekat bukan berarti beriringan, bisa saja chat-an hingga tengah malam menjadi teman saat insomnia saja, namun amnesia panjang ketika sudah mulai memiliki keasikan. Ingat, kamu bukan obat yang dibutuhkan saat sakit saja. Bukankah mencintai seseorang adalah sesuatu yang bisa saja dilakukan semua orang ? Kan mencintai bukan harus memiliki, bisa saja sebagai bentuk rasa syukur dalam nikmat yang Tuhan berikan.

Pernahkah kalian mengalami berada pada posisi yang berharap namun jauh dari kata kepastian namun kegiatan atas perasaan terus saja berkelanjutan. Sudah hentikan saja, katakan saja kalau benar cinta, sebenarnya yang kita takutkan bukan mengatakan "Aku cinta kamu" namun jawaban dari pernyataan tersebut. Terjebak pada zona nyaman kadang membuat kita tak habis pikir, bahkan kadang sudah diporak-porandakan perasaannya, namun masih saja berharap kepadanya.

Bukankah perasaan itu ibarat kopi dan gula ? Kopi yang baik sekalipun tidak perlu diberi gula, karena ia sudah tetap enak dan tidak menutup kemungkinan diberikan gula secukupnya, tidak selamanya harus berlebihan.

Bukankah bila kita bertahan kepada ego terhadap sebuah pengharapan yang terlalu berlebihan itu tidak baik ? Kenapa kita tidak pernah sadar, bukankah kesadaran itu penting ?

Berharap boleh saja kamu lakukan, namun ingat berharap kepada manusia berujung kecewa bukan ? Lantas sampai kapan kita akan terjebak untuk enggan mengatakan sementara perasaan jauh dari kebahagiaan. Kebahagiaan terbesar dalam hidup adalah melakukan hal yang orang lain katakan bahwa kamu tidak bisa melakukannya.

Cobalah untuk merubah kebiasaan, bisa jadi kebahagiaan dimulai dari hal-hal yang kecil yang tak pernah kamu anggap namun itulah sebenarnya kebahagiaan yang terbaik dalam dirimu. Kita hanya dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sebenarnya meribetkan, entah itu tentang kenangan, gebetan dan, dia yang jauh dari kepastian. Berbiasalah untuk bahagia dengan hal-hal yang sederhana. Karena bahagia terlalu sempit kalau dinilai dari bahagia orang lain. Mari keluar dari zona nyaman, karena menemani dia begadang bukan berarti dia menemanimu dalam hal perasaan.

"Selagi ada waktu, jangan sia-siakan seseorang yang membantumu ketika engkau dititik paling bawah. Sekecil apapun hal baik yang ia lakukan, harus dibalas dengan kebaikan pula."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

3 Responses to "Terjebak Dalam Zona Nyaman"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel