-->

Mengorbankan Pengorbanan Yang Telah Dikorbankan

Sesuatu yang diperjuangkan dengan sepenuh hati dan kegigihan adalah kunci suatu keberhasilan. Pengorbanan dalam perjuangan adalah hal yang biasa dan seharusnya terus dilakukan demi tercapainya tujuan yang di inginkan bukan ?

Kali ini hal yang mau saya garis bawahi adalah silahkan tersenyum dalam membacanya sambil tertawa, namun jangan gunakan air mata untuk meratapi segala sesuatu yang buruk telah terjadi. Narasi dalam hemat saya adalah laki-laki lebih menunjukkan pengorbanannya ketika sedang pdkt-an, demi mendapatkan keinginan hati. Apa yang timbul dari perempuan, nyaman. Lagi-lagi terjebak dalam jebakan nyaman. Lalu dimana pengorbanan perempuan dapat kita lihat. "Bertahan", mereka perempuan berkorban untuk bertahan walaupun sepahit apa yang ia rasakan dalam menjalankan sebuah hubungan. Apalagi, mereka mengalah walaupun sebenarnya suatu kebenaran yang mereka sampaikan.
Tidak dapat dipungkiri semua orang dalam setiap hubungan pasti memiliki yang namanya masalah bukan ? Hal yang paling lucu dan tidak pernah kita sadari adalah, pengorbanan diawal hanyalah modus demi mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Kamu sudah berapa tahun hidup, kalau sampai sekarang bedakan yang modus dan yang tulus saja tidak bisa ? Atau mungkin kamu terjebak dengan sesuatu yang tidak tau kenapa bisa dimulai namun bingung cara untuk mengakhirinya ?

Lantas apakah kamu capek pasangan tidak pernah memperhatikanmu ? Kamu bosan pasangan selalu berselingkuh ? Kamu muak pasangan jarang menepati janji-janjinya ? Jika ya, mengapa kamu masih bertahan ? Kamu ingin dibilang kuat ? Percuma. Pengorbananmu sia-sia. Langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menegur dan mengakhiri perbuatan buruk pasangan terhadapmu, meskipun kamu merasa tidak enak untuk menyakiti hati pasangan.

Hal yang terbaik dalam hubungan adalah sembelih sesuatu ingatan tentang segala pengorbanan yang telah dikorbankan, kadang kamu perlu mundur satu langkah demi maju beberapa langkah kedepannya. Ingat yang terbaik tidak pernah datang pada rasa yang tepat diwaktu yang salah. Hidup tidak melulu soal cinta, mungkin kita satu pemikiran, hal yang terpenting dalam hidup ini adalah posisi dimana kita mencari orang yang sepaham dan sejalan. Namun ingat, yang namanya luka itu pasti, jangan menuntut bahagia kepada pasanganmu. mereka manusia, bukan robot. Bisa saja kapan ia mau akan berubah menjadi antah berantah. Yang terpenting adalah kamu boleh mencintai pasangan, tetapi kamu tidak bisa mengubahnya atau berusaha terlalu keras untuk membahagiakannya.

Kamu menjalani hubungan dengan manusia, bukan proyek. Semua orang harus bertanggungjawab atas hidupnya sendiri, termasuk pasangan. Berhentilah mengorbankan dirimu demi seseorang yang tidak mau mengurusi dirinya sendiri dan terima kenyataan bahwa kamu tidak akan bisa menolong dia kecuali dia mau menolong dirinya sendiri.

Be yourself, selamat datang Agustus. Semoga perjuangan untuk bertahan dan melupakan menjadi suatu kenyataan. Sudah berada di semester akhir kan, atau di fase kebingungan tentang perasaan kan ? Ingat, sebenarnya bahagia cukuplah mudah, melihat lampu didalam kulkas saat ditutup mati-hidup saja kita sudah senang. masa iya menangis demi perasaan yang awalnya saja sudah membingungkan. Berani bertahan dalam penderitaan atau meninggalkan dalam kebingungan ( ketuk relung hatimu sendiri).

"Sejak dahulu, beginilah jatuh hati. Terkadang tepat pada yang ditetapkan dalam takdir, pun tidak jarang diharuskan untuk berakhir dan tersingkir."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

3 Responses to "Mengorbankan Pengorbanan Yang Telah Dikorbankan"

  1. Kenak sikit lah kehati, basah tapi tidak mengalir

    BalasHapus
  2. Kenak sikit lah kehati, basah tapi tidak mengalir

    BalasHapus
  3. Kenak sikit lah kehati, basah tapi tidak mengalir

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel