-->

Kita Diantara Tekanan Ego Masing-masing

Pada suatu titik, akan ada dimana kita ingin menginginkan sesuatu diantara kemauan kita saja. Tidak ingin peduli orang lain, hanya pemikiran, perasaan, dan diantara kemauan kita saja yang ingin menjadi pemenang didalam hidup kita. Diketahui dalam hemat buku psikologi manusia yang pernah penulis baca, ini disebut ego atau egois. Dalam tafsir secara singkat adalah ingin menang sendiri tanpa mengerti perasaan orang lain, sepakat kan ? Ego bekerja dan mempertahankan diri, memperkuat pengaruh, semakin memperbesar dirinya, dan semakin kuat mencengkeram kita dengan menggunakan dua strategi. Yaitu identifikasi dan separasi.

Disatu sisi memang benar, kita tidak hidup dengan cara komentar orang lain, namun satu hal yang paling penting adalah, kita adalah seorang manusia, dimana konsep manusia adalah makhluk sosial, perlu kehidupan sehari-hari dengan orang lain. Kalian boleh saja mengatakan, bisa melakukan apapun tanpa bantuan orang lain, tanpa kalian sadari sebenarnya pada saat itu juga kalian butuh orang lain. Bisa jadi bahu untuk bersandar, tangan untuk menggenggam, serta mulut yang selalu mengingatkan dalam menuju kebaikan. 

Mungkin diantara lingkungan kawan-kawan, ada beberapa orang yang hadir ingin untuk dihargai namun tidak ingin menghargai, atau mungkin ada yang selalu keinginannya saja yang dituruti. Dalam hemat penulis sah sah saja jika itu temanmu, dengan rasa kepedulianmu maka mengingatkan adalah cara yang terbaik. Ketika kamu ego, kamu harus memikirkan beberapa point penting ini: 

1. Kamu butuh orang lain

2. Tidak ada yang kekal

3. Dan semua orang sama pentingnya

Kenapa harus merubah diri dari yang sederhana dan dari yang kecil, ingat mungkin selama ini perkataanmu, sikapmu pada orang disekelilingmu sering melukai hati. Namun demi menjaga nama baik pertemanan, menahan dan harap maklum adalah hal yang biasa.

Penulis juga menyadari, penulis masih sering melakukan hal demikian, namun yang terpenting adalah orang lain juga punya kondisi hati yang buruk untuk dimengerti, tidak mesti kita saja yang ingin dimengerti. Karena kalau sudah terjadi hal yang buruk, atas nama pertemanan di tempat tongkrongan kita biasa, banyak sebenarnya cerita yang ingin kita sampaikan, semoga kita bertemu tidak dengan ego masing-masing, melainkan bertemu dengan saling pengertian kepada masing-masing. Mulailah mengucapkan terimakasih kepada teman-teman disekeliling kita, serta kata maaf kepada siapapun yang pernah kita lukai hatinya.

"Minta maaf tidak selalu berarti kita salah. Itu bisa berarti kita lebih menghargai cinta dan persahabatan diatas ego kita."

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

2 Responses to "Kita Diantara Tekanan Ego Masing-masing"

  1. Hemmm, ego timbul karena adanya perasaan yang ingin di juangkan, sendiri itu tidak enak. Dan apa lagi sakit hati, semua nasehat penting sebagi acuan kuat merubah polapikir

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel