-->

Offside Kehidupan

Mungkin beberapa dari pembaca sedikit merasa aneh ketika membaca judul dari tulisan ini, namun yang terpenting adalah, melihatlah dari beberapa sudut pandang yang berbeda, mungkin dari beberapa sudut pandang kamu akan menemukan banyak pelajaran yang dapat kamu ambil hikmahnya. Offside, sebenarnya diambil dari permainan sepakbola, dikarenakan akhir-akhir ini hobi menonton sepakbola sudah mulai penulis geluti. Banyak pelajaran yang kita petik ketika menonton bola, dimulai dari perjuangan, solidaritas serta kemenangan ditentukan dengan kepercayaan satu sama lain dilapangan.

Secara garis besar, pengertian offside adalah sebuah situasi yang terjadi jika seorang pemain diberikan bola ketika berada lebih dekat dengan garis gawang lawan dibandingkan posisi pemain lawan. Atau dengan kata lain jika ada pemain berdiri sendiri dari daerah lawan saat menerima bola umpan dari kawannya. Nah itu dilihat dari segi pengertian dalam permainan sepakbola. Namun penulis mengambil arti lain yang mungkin point nya tetap sama dengan pengertian tersebut. Sebut saja offside itu adalah kemajuan. Bisa jadi kemajuan itu adalah hal yang positif dan negatif. Namun satu hal yang perlu di ingat, maju tanpa persiapan, mengakibatkan kegagalan. Kenapa, masih ingat dengan judul tulisan generasi karbit-an ? Karena yang dipaksa masak itu tidak baik, dari segi kesehatan dan dari segi keberlangsungan.

Penulis menarik dua hal yang dapat dijadikan sebagai pembahasan buat kita semua, antaranya adalah:

1. Offside positif

Dalam kehidupan, kemajuan yang signifikan didalam kehidupan seseorang perlu kita curigai bukan ? Curigai dalam artian adalah menanyakan bagaimana cara menuju jalan yang sedemikian rupa. Offside positif bila kita lihat dari apa yang diajarkan Rasulullah yaitu konsep berlomba-lomba dalam kebaikan adalah ini. Tidak memandang bagaimana ucapan negatif orang disekitarnya, yang terpenting adalah memperbaiki diri terus menerus tanpa henti. Biasanya orang-orang yang offside positif ini adalah orang yang lahir dari konflik. Kenapa demikian, orang-orang yang lahir dari konflik lebih dewasa dalam menanggapi keadaan. Yang terpenting baginya adalah lakukan yang tidak menggangu orang lain, serta berikan yang dapat membuat orang lain sadar, mungkin lewat tulisan salah satunya.

2. Offside negatif

Namanya juga negatif, pasti yang ada adalah komentar serta kritikan yang tidak baik. Offside negatif kalau menurut penulis adalah mendewakan diri, sehingga semua orang lain adalah hamba. Padahal kalau kita sadari, bukankah manusia adalah miniatur yang diberi nyawa ? Orang-orang yang offside negatif ini lebih condong dengan sifat angkuh serta riya. Bukankah kita tau, bahwasanya manusia adalah makhluk yang merugi, lantas kenapa harus menjadi tuhan buat orang lain. 

Nah, demikian aja deh, sebenarnya masih banyak yang ingin penulis sampaikan, namun satu hal yang terpenting adalah, apapun yang hari ini menjadi kekuatan dalam diri kita semua, ingat sewaktu waktu kekuatan itu akan melemah. Bahkan akan melemahkan diri kita. Jangan pernah merasa hari ini kita menjadi orang-orang yang full power, baik dalam kehidupan serta posisi strategis yang menggiurkan, karena setelah kita tidak menanggungnya lagi, yang hadir hanyalah penyesalan. Tanamlah hal-hal baik, entah itu hari ini, esok, lusa maupun hari yang akan datang, kita akan menuai senyum dengan penuh kebahagiaan dan keihklasan.


"Yang menyedihkan dari tumbuh besar adalah mereka yang bertumbuh dengan dengan tubuh tanpa akal. Menjadikan hal hal menjijikan sebagai kelucuan, menjadikan sesama sebagai korban."

-Irham Ritonga

Author: Nasir Ahmad Khan Saragih

3 Responses to "Offside Kehidupan"

  1. Jaya anggoon ������

    BalasHapus
  2. Dipuji tidak terbang
    Dihina tidak tumbang

    Lanjutkan perjuanganmu saudara ku

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel